BAB Berdarah tapi Tidak Sakit, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Medisnya

YOGYAKARTA - Pertanyaan mengenai, bab berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya sering membuat banyak orang bingung dan khawatir. Meski tidak menimbulkan rasa nyeri, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena bisa menandakan masalah kesehatan yang serius.

Darah yang keluar saat buang air besar dapat berasal dari berbagai penyebab, seperti wasir, polip usus, hingga gangguan pada saluran pencernaan. Mengetahui penyebab pasti penting agar penanganan tepat bisa segera dilakukan.

Dilansir dari Healthline, BAB berdarah tanpa rasa sakit umumnya disebabkan oleh wasir (ambeien). Namun, ada juga penyebab lain seperti fisura ani (robekan kecil di sekitar anus) atau polip usus.

Memang wajar jika muncul kekhawatiran saat melihat darah saat buang air besar. Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Pada beberapa kasus, BAB berdarah bisa hanya gejala sementara akibat wasir.

Namun, bila berlangsung lama, pemeriksaan medis penting dilakukan agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius. Dokter bisa membantu memastikan penyebabnya dan memberikan pilihan pengobatan, mulai dari salep untuk wasir atau fisura hingga tindakan medis tertentu.

Baca juga artikel yang membahas Pernah Sakit Perut Setelah Makan? Bisa Jadi Tanda-Tanda Keracunan Makanan

Penyebab BAB Berdarah tapi Tidak Sakit

Wasir (Ambeien)

Wasir terjadi ketika pembuluh darah di anus atau rektum membengkak. Kadang tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi darah dari pembuluh yang bengkak bisa ikut keluar saat BAB. Wasir memilih 2 kriteria, di antaranya:

  • Wasir luar: muncul di sekitar anus, bisa terlihat dan berdarah.
  • Wasir dalam: terjadi di dalam rektum, sulit terlihat, tapi dapat menimbulkan darah pada tinja.

Meskipun demikian ada gejala lain mulai gatal di sekitar anus, sensasi panas, tidak nyaman di usus, dan bengkak di anus. Sebagian besar wasir bisa sembuh tanpa pengobatan medis.

Fisura Ani

Fisura ani adalah robekan kecil di kulit sekitar anus yang dapat berdarah. Tidak selalu sakit, tapi bisa menimbulkan rasa perih atau terbakar saat BAB.

Adapun gejalanya mulai dari robekan kulit di anus, bengkak atau benjolan kecil, darah saat membersihkan, serta rasa gatal atau panas. Gejala ini umumnya sembuh sendiri, kecuali jika terjadi infeksi.

Polip Usus

Polip adalah pertumbuhan jaringan di usus besar yang mirip jamur. Tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa mengeluarkan darah ke usus sehingga muncul darah pada tinja. Sebagian polip tidak berbahaya, namun ada yang bisa berkembang menjadi kanker bila tidak diobati.

Kanker Kolorektal

Beberapa jenis polip (adenoma) dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Tumor kanker bisa mengeluarkan darah ke dalam tinja. Jika terdeteksi dini, kanker kolorektal masih dapat diobati, misalnya dengan mengangkat polip atau bagian usus yang terkena.

Penyakit Radang Usus (IBD)

IBD adalah peradangan pada saluran pencernaan, seperti kolitis ulseratif (di usus besar) atau penyakit Crohn (di usus kecil maupun besar). Kadang tidak menimbulkan rasa sakit, tapi pembengkakan bisa membuat tinja sulit keluar, sehingga melukai jaringan usus dan mengakibatkan perdarahan.

BAB Berdarah tapi Tidak Sakit Apakah Berbahaya? Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami nyeri hebat di perut setelah melihat darah saat BAB, terutama bila rasa sakit muncul secara tiba-tiba. Gejala lain juga perlu diwaspadai dan mendorong Anda untuk segera menghubungi dokter antara lain:

  • pusing
  • rasa tertekan terus-menerus di area anus/rektum
  • menggigil
  • demam
  • mual atau muntah tanpa penyebab jelas
  • sembelit
  • diare
  • detak jantung meningkat
  • kesulitan buang air kecil
  • pingsan atau hilang kesadaran

Dokter umum atau spesialis pencernaan (gastroenterolog) dapat melakukan beberapa tes untuk menemukan penyebab BAB berdarah, seperti:

  • Pemeriksaan fisik, untuk menilai kemungkinan penyebab lain.
  • Tes darah, guna mendeteksi zat tertentu yang menunjukkan adanya masalah kesehatan.
  • Tes sampel feses, untuk diperiksa di laboratorium apakah ada bakteri atau zat penyebab lain.
  • Gastroskopi, untuk melihat adanya perdarahan di lambung.
  • Sigmoidoskopi, untuk memeriksa kondisi rektum dan usus besar bagian bawah.
  • Koloskopi, untuk memeriksa adanya wasir dalam atau penyebab lain di usus besar.

Selain pembahasan mengenai bab berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!