Analis Lihat Peluang Besar Bitcoin 2025 Patahkan Kutukan Red September
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatannya dengan menembus level 112.000 dolar AS atau sekitar Rp1,84 miliar pada perdagangan Rabu, 3 September malam.
Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 17 September mendatang.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa meski "Red September" membayangi, faktor makroekonomi tahun ini berpotensi mengubah arah pasar.
Menurutnya, Bitcoin saat ini sedang menguji support kuat di kisaran 105.000-110.000 dolar AS (Rp1,72 - Rp1,8 miliar). Jika area ini mampu bertahan, risiko jatuh ke bawah 100.000 dolar AS (Rp1,64 miliar) relatif kecil.
“Sebaliknya, peluang rebound cukup terbuka, terutama dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang mencapai probabilitas 87% menurut CME FedWatch," jelas Fyqieh.
la menambahkan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya melemahkan dolar AS dan mendorong aliran likuiditas global ke aset berisiko, termasuk kripto.
Fyqieh menyatakan, dukungan dari momentum makro dan semakin besarnya arus dana institusi melalui ETF Bitcoin spot bisa memperkuat narasi bullish.
“Kami melihat target 115.000 dolar AS (Rp1,89 miliar) hingga 120.000 dolar AS (Rp1,97 miliar) di akhir September tetap realistis," tambahnya.
Baca juga:
Menurut Fyqieh, ada beberapa faktor yang akan menjadi penentu arah harga Bitcoin pada bulan ini. Seperti, keputusan The Fed terkait suku bunga, meningkatnya arus modal akibat melemahnya dolar AS, serta tren institusional.
Selain itu, tekanan musiman "September effect" memang masih membayangi, namun tren rebound pasca-koreksi di Agustus bisa menjadi pondasi pergerakan positif.
“Secara keseluruhan, meskipun pasar saat ini bergerak sideways dan penuh kehati-hatian, kami melihat prospek Bitcoin di September 2025 tidak sepenuhnya bearish. Justru ada peluang besar untuk mematahkan kutukan 'Red September' untuk tahun ketiga berturut-turut," tutup Fyqieh.