Risiko Diabetes Bisa Diturunkan ke Anak Sebesar 50 Persen

JAKARTA - Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi, yang harus diwaspadai karena bisa berdampak terjadinya komplikasi penyakit. Untuk mewaspadai penyakit ini, mengetahui faktor yang menyebabkannya sangat penting untuk bisa dilakukan pencegahan.

Seseorang bisa terkena diabetes disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang tidak bisa dihindari adalah faktor genetik. Jika orang tua sudah memiliki riwayat diabetes, maka anak memiliki kemungkinan akan terkena penyakit yang sama.

“Faktor yang tidak bisa kita hindari, yaitu faktor genetik atau faktor keturunan,” Dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital Permata Hijau, Pandu Tridana Sakti, saat temu media di Semanggi, Jakarta, baru-baru ini.

Dokter Pandu menjelaskan terkait persentase seorang anak bisa terkena diabetes dengan faktor genetik. Jika orangtua didiagnosis diabetes di atas 50 tahun maka anak berisiko terkena diabetes 7,6 persen, dan jika orangtua didiagnosis diabetes di bawah 50 tahun, maka risiko diturunkannya menjadi dua kali lipat.

“Misalkan salah satu orang tua kita terkena diabetes di usia di atas 50 tahun, itu risiko anaknya terkena diabetes 7,6 persen,” ungkapnya.

“Jika salah satu orang tuanya didiagnosis diabetes di bawah usia 50 tahun, maka risiko anaknya mengidap diabetes itu meningkat dua kali lipat, yaitu 14,3 persen,” tambahnya.

Kemudian, jika kedua orangtua mengidap diabetes, maka risiko anak terkena diabetes di kemudian hari bisa mencapai 50 persen.

“Jika kedua orang tuanya memiliki diabetes, maka faktor risiko anaknya terkena itu 50 persen,” lanjutnya.

Dengan demikian, diingatkan bagi yang memiliki faktor genetik terkena diabetes, terutama masih di usia muda untuk rutin melakukan pemeriksaan gula darah. Faktor genetik diabetes juga bisa diminimalkan risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai konsumsi makanan bergizi seimbang, batasi konsumsi gula, istirahat yang cukup, hingga berolahraga dengan rutin.

“Genetik itu memang ada, tapi genetik itu bisa kita cegah, kita tidak membuat dia (diabetes) jadi muncul. Caranya dengan kita menjaga pola hidup,” pungkas Dokter Pandu.