Program MBG Capai 18 Juta Penerima Manfaat, BGN Gaspol Fokus 3T
JAKARTA - Kepapa Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut, hingga kini, sebanyak 18 juta jiwa telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemudian, sebanyak 5.325 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah hari ini, pagi ini, sudah ada 5.325 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia, di 38 provinsi, di 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Ini kalau satu SPPG melayani 3.500, itu artinya sudah lebih dari 18 juta yang sudah bisa dilayani oleh kami," katanya dalam NgobrolIndonesia yang disiarkan secara daring, Kamis, 14 Agustus.
Dadan bilang, awalnya target pemerintah dengan anggaran Rp 71 triliun hanya melayani maksimal 17,5 juta penerima manfaat. Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta agar program ini diperluas jangkauan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat pada tahun ini.
Untuk saat ini, lanjut Dadan, dari 23.000 pengajuan SPPG, sebanyak 18.000 telah diverifikasi, sementara 5.000 lainnya masih menunggu proses.
"Terutama terkait dengan kecepatan untuk memverifikasi ajuan-ajuan yang sedang ada karena 18.000 yang sudah kami verifikasi, sementara masih ada antrean yang belum kami verifikasi sekitar 5.000 dan itu membutuhkan waktu," jelasnya.
"Sekarang kami fokus dulu yang sudah terverifikasi dan kami baru saja berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah agar percepatan di daerah bisa dilaksanakan," sambung Dadan.
Baca juga:
BGN Fokus ke Daerah 3T Usai Agustus
Selain itu, Kepala BGN banyak menerima masukan dari berbagai sumber agar prioritas Program MBG diberikan ke wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Namun, untuk wilayah tersebut baru akan mulai difokuskan usai Agustus.
"Alhamdulillah, kami sudah memiliki 33.000 SDM yang sudah dididik dan siap diterjunkan di seluruh Indonesia. Setelah mengejar target di Agustus ini, kami akan fokus ke daerah 3T. Langsung gaspol sehingga seluruhnya nanti Oktober akhir sudah selesai infrastrukturnya," ungkapnya.