JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperluas jangkauan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Staf Khusus Kepala BGN, Redy Hendra Gunawan menargetkan pada September mendatang, penerima manfaat di wilayah tersebut sudah mulai menikmati layanan tersebut.
Upaya ini dilakukan seiring percepatan operasionalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program.
"Kami menargetkan di bulan September, penerima manfaat di wilayah 3T sudah bisa merasakan Program Makan Bergizi Gratis," ucap Redy dalam Update Mingguan yang disiarkan secara daring, Kamis, 14 Agustus.
Ia juga mendorong berbagai pihak di luar pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam menyiapkan infrastruktur pendukung Program MBG. Kata Redy, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah 3T menjadi kunci agar masyarakat setempat dapat segera merasakan manfaat program.
"Selain pemerintah daerah, kami mendorong pihak-pihak lainnya untuk bisa bekerja sama dengan BGN dalam penyiapan infrastruktur di wilayah 3T," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mencatat, sebanyak 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG telah beroperasional dan melayani sekitar 20 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:
"Hari ini, Badan Gizi Nasional sudah mengoperasionalkan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menjangkau sekitar kurang lebih 20 juta penerima manfaat," sebut Redy.
Hari ini juga, lanjut Redy, ada sekitar 17.000 calon mitra SPPG yang sudah tahap verifikasi dan telah melalui proses persiapan. Dengan demikian, dalam beberapa pekan ke depan, BGN akan mulai mengoperasionalkan banyak mitra SPPG untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat tahun ini.