Rumah Sering Berdebu Meski Sudah Dibersihkan, 3 Hal Spesifik Ini Bisa Jadi Penyebabnya
JAKARTA - Rumah berdebu adalah masalah umum yang dihadapi setiap hari meski sudah dibersihkan secara teratur. Debu yang berlebihan tidak sedap dipandang dan dapat menyebabkan alergi, serangan asma, dan masalah kesehatan lainnya.
Debu adalah akumulasi dari hal-hal yang cukup menjijikkan seperti sel kulit mati, bulu hewan peliharaan, kotoran, dan serat pakaian. Namun, jumlah debu menumpuk di rumah juga bergantung pada berbagai faktor, termasuk musim, jumlah orang yang tinggal di rumah, jenis hewan peliharaan, dan seberapa sering Anda membersihkan atau menyedot debu.
Jika Anda bertanya-tanya, "Mengapa rumah cepat sekali berdebu?" Anda tidak sendirian. Meski sering dibersihkan, debu tetap muncul kembali. Beberapa penyebab umum antara lain:
Kelembapan Tinggi
Kelembapan memengaruhi jumlah alergen di udara dalam ruangan. Tingkat kelembapan yang tinggi menyediakan lingkungan ideal bagi tungau debu dan koloni jamur untuk berkembang biak. Selain itu, tingkat kelembapan tinggi membuat partikel debu saling menempel, sehingga lebih sulit dihilangkan. Untuk menjaga tingkat kelembapan tetap terkendali, dehumidifier atau AC sebaiknya digunakan untuk menurunkan kelembapan ke tingkat kelembapan ideal antara 40 persen dan 60 persen. Menggunakan AC, alih-alih membuka jendela, juga dapat mencegah serbuk sari masuk ke dalam ruangan.
Penyedot Debu
Kebanyakan orang menganggap menyedot debu adalah cara termudah menghilangkan debu. Namun, beberapa penyedot debu justru melepaskan debu dan kontaminan berlebih ke udara, sehingga membuat rumah terasa lebih berdebu setelah dibersihkan. Cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan berinvestasi pada penyedot debu dengan sistem penyaringan udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA) atau mencoba penyedot debu basah. Yang memerangkap debu dalam wadah air sehingga mencegahnya beterbangan di udara.
Faktor Eksternal
Jika Anda tinggal di jalan yang ramai dengan lalu lintas atau di dekat pabrik atau tambang, kemungkinan besar rumah akan terpapar lebih banyak debu daripada rumah lainnya. Pintu dan jendela yang terbuka dapat menyebabkan debu masuk ke dalam ruangan. Solusi terbaik adalah menutup rapat jendela dan pintu atau celah dan retakan lain yang memungkinkan masuknya debu. Debu juga bersembunyi di kain dan barang-barang berserakan. Mencuci karpet, tekstil, dan boneka binatang secara teratur, serta membersihkan garasi dan loteng, dapat sangat membantu.
Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Debu di Rumah
Mary Gagliardi, ilmuwan internal dan pakar kebersihan Clorox, melansir Better Homes & Gardens, Senin, 4 Agustus, mengungkapkan cara menghilangkan debu di ruangan
"Anda bisa melakukan beberapa perubahan sederhana, seperti melepas sepatu sebelum memasuki rumah. Tetapi sebaiknya rutinitas pembersihan yang baik juga diperlukan untuk mengendalikan debu."
Pertama, tetapkan beberapa aturan rumah sederhana yang benar-benar dapat membuat perbedaan:
- Tidak boleh memakai sandal di dalam rumah
- Tidak boleh meletakkan pakaian sehabis bepergian di atas tempat tidur
- Mandikan hewan peliharaan, cuci pakaian, mantel, dan boneka berbulu secara teratur
Saat membersihkan setiap ruangan, Gagliardi berkata, "Mulailah dari bagian atas ruangan dan lanjutkan ke bawah, sehingga debu yang jatuh saat Anda membersihkan akan tersedot saat Anda bekerja di lantai." Ini termasuk mengelap kipas angin dan bilah ventilasi.
Baca juga:
"Bersihkan debu dan kotoran dari permukaan atas yang mungkin terlewatkan seperti bagian atas sempit rel lukisan yang dicat, lis pintu, pintu, bagian atas lemari dapur dan papan skirting yang dicat."
Juga, bersihkan pelapis dan gorden secara teratur dengan penyedot debu. Meskipun motif dan kain dapat menyembunyikannya dengan baik, debu juga bersembunyi di sofa, kursi, bantal, dan gorden jendela. Gunakan penyedot debu dengan filter HEPA yang dapat memerangkap alergen.
Terakhir, Gagliardi menyarankan untuk mengosongkan tabung atau mengganti kantong filter di luar ruangan. Setelah semua kerja keras itu, Anda sebaiknya menghindari debu kembali beterbangan di area yang baru saja Anda bersihkan.
Tips Menyingkirkan Alergen
Selain membersihkan debu di rumah, ada lebih banyak cara mengurangi alergen di dalam ruangan. Saat memilih lantai, hindari karpet yang menutupi seluruh dinding dan hanya gunakan karpet area yang bisa dilepas untuk dibersihkan. Gunakan seprai di tempat tidur dan cucilah setiap minggu. Simpan bunga di luar ruangan untuk mengurangi paparan serbuk sari, dan cuci tangan Anda setelah pulang dari luar ruangan. Jagalah hewan peliharaan Anda tetap rapi dan mandi, terutama jika bulunya rontok, dan jangan biarkan mereka tidur bersama Anda atau anggota keluarga yang rentan terhadap reaksi alergi. Pastikan untuk membersihkan dehumidifier secara teratur agar berfungsi sebaik mungkin.