JAKARTA - Mengurangi waktu duduk selama 30 menit dan menggantinya dengan aktivitas ringan seperti beres-beres rumah ternyata bisa membantu menurunkan risiko kematian akibat serangan jantung secara signifikan.
Kesimpulan ini berasal dari sebuah penelitian terbaru yang menyoroti pentingnya bergerak lebih banyak dan duduk lebih sedikit dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian yang melibatkan sekitar 600 pasien dengan gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada, menemukan mereka yang menggantikan waktu duduk dengan aktivitas ringan memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung fatal.
Bahkan aktivitas ringan seperti membersihkan rumah, berjalan santai, atau berkebun bisa menurunkan risiko serangan jantung hingga 50 persen.
Lebih lanjut, mereka yang melakukan aktivitas fisik lebih intens seperti jogging mengalami penurunan risiko hingga 61 persen. Bahkan mengganti waktu duduk dengan tidur pun terbukti bermanfaat, menurunkan risiko kunjungan darurat ke rumah sakit atau kematian hingga 17 persen.
Profesor Bethany Barone Gibbs dari West Virginia University menegaskan bahwa aktivitas ringan pun memberikan dampak besar.
“Mengganti waktu duduk dengan aktivitas ringan seperti membereskan rumah atau berjalan pelan hampir sama efektifnya dengan olahraga berat seperti aerobik atau bersepeda,” ujarnya, dikutip dari laman Daily Mail.
Dia juga menyarankan agar orang mulai membiasakan diri melakukan kegiatan fisik apapun daripada terus duduk.
“Berjalan kaki, memasak, bermain dengan hewan peliharaan, atau berkebun, semuanya bermanfaat untuk kesehatan,” tambahnya.
Penulis utama studi, Keith Diaz dari Columbia University Medical Center, menyebutkan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas harian bisa membawa dampak besar, terutama bagi pasien yang baru mengalami gejala penyakit jantung.
“Tidak perlu langsung ikut maraton. Cukup kurangi duduk dan tambahkan sedikit gerakan atau tidur, itu sudah sangat membantu,” katanya.
Latihan fisik membantu memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Jantung yang lebih kuat mampu memecah darah lebih efisien, menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan kadar Kolesterol.
Menariknya, tim peneliti cukup terkejut melihat bahwa menggantikan waktu duduk dengan tidur juga memberikan efek positif.
BACA JUGA:
“Tidur adalah waktu pemulihan yang penting, terutama setelah tubuh mengalami stres akibat masalah kesehatan,” jelas Diaz.
NHS di Inggris sendiri menyarankan orang dewasa untuk tidur antara jam 7 hingga jam 9 setiap malam guna menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Circulation: Cardiovaskular Quality and Outcomes, peneliti melacak aktivitas 609 pasien yang sempat mengalami gejala serangan jantung antara tahun 2016 hingga 2020. Pasien diberikan jam tangan pintar yang mencatat aktivitas fisik mereka selama 30 hari.
Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang paling sedikit bergerak memiliki risiko kematian 2,5 kali lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan mereka yang aktif.
Meski studi ini memiliki keterbatasan, seperti tidak memperhitungkan faktor sosial ekonomi atau perubahan gaya hidup setelah 30 hari, hasilnya tetap menjadi peringatan penting, yakni aktivitas harian yang sederhana bisa menyelamatkan nyawa.
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di Inggris dan banyak negara lainnya. Namun kabar baiknya, langkah pencegahan bisa dimulai dari hal kecil. NHS merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas sedang seperti jalan cepat atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu.
Jadi, jika biasanya Anda duduk lama di depan layar, mungkin sekarang saatnya bangkit dan mulai bergerak, beberes rumah pun bisa jadi langkah awal menjaga kesehatan jantung Anda.