Berhasil Diluncurkan NASA, Satelit Kembar TRACERS Kini Ada di Orbit Bumi

JAKARTA – Satelit kembar TRACERS milik NASA yang diluncurkan pada Kamis, 24 Juli 2025 berhasil sampai di orbit. Satelit tersebut kini tengah dipersiapkan untuk mulai memantau interaksi antara Matahari dan Bumi.

TRACERS, kependekan dari Tandem Reconnection and Cusp Electrodynamics Reconnaissance Satellites, akan mempelajari fenomena rekoneksi magnetik dan dampaknya terhadap atmosfer Bumi. Fenomena ini perlu diamati untuk melindungi teknologi antariksa. 

Rekoneksi magnetik merupakan fenomena yang terjadi ketika materi dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi. Saat rekoneksi magnetik terjadi, partikel berkecepatan tinggi akan dilepaskan ke atmosfer.

Satelit ini akan mengukur rekoneksi magnetik sebanyak 3.000 kali dalam setahun. Dengan jumlah yang banyak ini, data yang dihasilkan akan membantu para ilmuwan dalam memahami kecepatan perubahan dan evolusi rekoneksi.

Data-data tersebut akan digunakan untuk mempelajari aktivitas matahari dan mempersiapkan diri dari berbagai dampaknya. Sejumlah dampak tersebut meliputi gangguan pada satelit komunikasi, sistem GPS, dan jaringan listrik di Bumi. 

Data dari TRACERS nantinya akan digabungkan dengan data dari misi NASA lainnya yang baru diluncurkan. Misalnya seperti Polarimeter for Unifying the Corona and Heliosphere (PUNCH) dan Electrojet Zeeman Imaging Explorer (EZIE) untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana Matahari memengaruhi magnetosfer dan atmosfer Bumi.

Selain TRACERS, tiga muatan tambahan yang didanai NASA juga diluncurkan bersamaan. Muatan-muatan ini, termasuk Athena EPIC SmallSat, PExT, dan REAL CubeSat, diluncurkan untuk mendemonstrasikan teknologi baru dalam komunikasi luar angkasa dan perlindungan satelit.