Proton Luncurkan Lumo, Asisten AI Baru dengan Enkripsi Penuh dan Privasi Ketat
JAKARTA - Proton, perusahaan asal Swiss yang dikenal lewat layanan email terenkripsi dan VPN-nya, Kamis 24 Juli meluncurkan Lumo, sebuah asisten AI yang menjanjikan percakapan sepenuhnya privat dan terenkripsi.
Lumo hadir sebagai alternatif bagi layanan AI arus utama seperti ChatGPT milik OpenAI atau Gemini dari Google, yang kerap menggunakan data pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.
Seperti chatbot AI lainnya, Lumo bisa digunakan untuk menganalisis dokumen, menulis ulang email, hingga membuat kode program. Namun yang membedakannya adalah sistem tidak menyimpan log percakapan di server Proton. Semua data tetap terenkripsi secara lokal di perangkat pengguna dengan teknologi yang sama seperti layanan Mail dan VPN mereka.
Proton menegaskan bahwa mereka tidak bisa membaca isi percakapan pengguna, bahkan jika pengguna memakai akun Proton. Lumo juga tidak mengirimkan pertanyaan atau jawaban pengguna kembali ke server untuk melatih model AI di masa depan, sehingga tidak ada risiko data pribadi muncul dalam percakapan orang lain.
Gunakan Model Open-Source dan Infrastruktur Sendiri
Lumo berjalan menggunakan model AI sumber terbuka seperti Mistral's Nemo dan Nvidia OpenHands 32B, yang dioperasikan dari pusat data milik Proton sendiri di Eropa. Artinya, kontrol penuh atas data dan sistem berada di tangan Proton, bukan pihak ketiga.
Lumo dilengkapi fitur "Ghost mode", di mana seluruh percakapan akan dihapus secara permanen setelah ditutup. Jika pengguna mengaktifkan fitur pencarian web, maka pencarian akan dilakukan melalui mesin pencari ramah privasi. Lumo juga bisa diintegrasikan dengan Proton Drive, dan seluruh file yang dibagikan tetap dienkripsi.
Lumo dapat digunakan secara gratis di Lumo.proton.me dan tidak memerlukan akun Proton. Namun bagi pengguna Proton, riwayat percakapan bisa disimpan dengan sistem enkripsi nol akses (zero-access encryption) yang aman di semua perangkat.
Baca juga:
Untuk pengguna tingkat lanjut, tersedia Lumo Plus dengan biaya 12.99 dolar AS (sekitar Rp211.000) per bulan, yang memberikan akses tak terbatas pada percakapan dan unggahan file.
CEO Proton, Andy Yen, mengatakan bahwa kehadiran Lumo adalah bagian dari misi perusahaan untuk menjaga kebebasan digital.
"AI tidak boleh menjadi alat pengawasan paling kuat di dunia. Karena itu, kami percaya penting untuk menyediakan alternatif yang benar-benar menjaga privasi dan melayani pengguna — bukan mengeksploitasi mereka," ujarnya.