Danantara Sudah Tunjuk BUMN Holding Investasi

JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menunjuk satu BUMN sebagai holding investasi yang bertugas mengelola dividen.

Hal ini disampaikan Misbakhun usai rapat dengar pendapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir, dan Chief of Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.

Misbakhun bilang holding investasi Danantara kini sudah mulai bekerja, meskipun belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

“(Penunjukan) BUMN tadi sudah. Tadi kami juga memberikan beberapa masukan,” ujarnya usai rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu, 23 Juli.

Misbakhun juga memberikan kisi-kisi perusahaan pelat merah yang ditunjuk sebagai holding investasi Danantara. Dia bilang BUMN itu masih berkorelasi dengan kegiatan investasi.

Sekadar informasi, Danantara sebelumnya telah menunjuk PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yang saat ini bernama PT Danantara Asset Management (Persero), sebagai holding operasional dan dibawahi langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

Keputusan tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk Pendirian Holding Operasional.

Sedangkan, holding investasi yang bakal dipimpin CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir hingga kini belum diluncurkan. Berdasarkan ketentuannya, holding ini berwenang untuk mengelola investasi serta memberdayakan aset guna meningkatkan nilai investasi.

Seluruh saham holding investasi dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Rinciannya, negara memiliki 1 persen saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa melalui Kementerian BUMN dan Danantara memiliki 99 persen saham Seri B.