Bahlil Ungkap Syarat Koperasi Merah Putih untuk Kelola Tambang

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah syarat bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk bisa mengelola tambang.

Kendati demikian Bahlil mengungkapkan jika saat ini Kementerian ESDM masih mengkaji kemungkinan Kopdes untuk bisa mengelola tambang. Hal ini menyusul pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan keempat atas UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara yang memungkinkan koperasi bisa ikut mengelola tambang.

"Nanti kita lihat ya, apakah itu memenuhi syarat atau tidak. Nanti kita lihat," ujar Bahlil yang dikutip Rabu, 23 Juli.

Dikatakan Bahlil, syarat utama yang dibutuhkan untuk bisa mengelola tambang adalah koperasi tersebut harus memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengelola tambang. Bahlil juga memprioritaskan koperasi-koperasi yang berada di dekat wilayah konsesi.

"Diprioritaskan kepada koperasi yang ada di daerah-daerah tambang, supaya orang daerah itu diberikan kesempatan mengelola sumber daya di daerahnya,” beber Bahlil.

Alasan dirinya memprioritaskan koperasi di sekitar wilayah tambang antara lain agar masyarakat setempat mendapatkan kesempatan untuk mengelola sumber daya di daerahnya dan tidak hanya memperkaya pengusaha semata.

"Supaya orang daerah itu diberikan kesempatan mengelola sumber daerahnya," terang Bahlil.

Sebelumnya Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengungkapkan pihanya membuka opsi kerja sama bagi koperasi yang akan mengelola tambang. Dikatakan Budi, karena untuk mengelola pertambangan memerlukan biaya yang tidak sedikit, koperasi memiliki konsep koperasi multipihak yang memungkinkan kerja sama dengan pihak lain.

"Bisa ada konsep koperasi multipihak. Koperasi bisa bekerja sama dengan pihak lain. Bisa swasta, bisa koperasi juga, bisa pemerintah BUMN. Ada konsep koperasi bekerja sama," ujar Budi kepada awak media di Gedung Kementerian Koperasi, Kamis, 6 Maret.

Kendati demikian hingga saat ini belum ada satu pun koperasi yang mengajukan diri untuk mengelola tambang. Budi mengaku dirinya yakin akan ada banyak koperasi yang berminat untuk mengelola tambang.

"Belum. Tapi bicara-bicara sudah banyak beberapa orang. Tunggu saja. Saya yakin antusiasnya tinggi. Ini lagi konsolidasi," tandas Budi.