Bagikan:

JAKARTA - Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf mengaku tak khawatir dengan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang jumlahnya mencapai 80.000 unit di seluruh Indonesia.

“Enggak sama sekali (tersaingi),” ujar Wiwiek saat ditemui di Kantor GP Ansor, Jakarta, Selasa, 22 Juli.

Alih-alih merasa tersaingi, Wiwiek menilai program Kopdes Merah Putih juga membuka peluang kolaborasi antara Indomaret dengan pemerintah.

Namun, Wiwiek menekankan bahwa sampai saat ini belum ada rencana untuk bekerja sama dengan Kopdes Merah Putih. Meski begitu, Wiwiek optimis program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Itu program pemerintah kan. Kita terbuka dengan siapa aja dan kita pasti seleksi dalam arti bisnis ya. Kan kita enggak mau juga koperasi itu rugi sampai misalnya. Tapi kalau bisnisnya kita prediksi bagus, ya kita jalan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan 80.081 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Acara peresmian berpusat di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Senin, 21 Juli 2025, saya Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan 80.000 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih,” ujar Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 21 Juli.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan Kopdes Merah Putih yang saat ini sudah terbentuk, hadir untuk memberantas tengkulak dan rentenir dalam rantai pasok.

“Terbentuknya Koperasi Desa/Kelurahan, tidak hanya menjadi wadah produksi dan distribusi, tetapi juga untuk memotong rantai pasok, memberantas tengkulak dan rentenir,” ujarnya.

Ketua Satgas Koperasi Merah Putih ini juga meyakini kehadiran kopdes akan memberdayakan petani, nelayan serta pelaku ekonomi desa di Indonesia dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan kekeluargaan.

Zulhas sapaan akrabnya juga bilang terbentuknya kopdes sebagai bagian dari tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberdayakan petani hingga nelayan dalam negeri.

“Bapak Presiden telah memberikan arahan yang tegas kepada kami, kita tidak boleh bergantung kepada impor pangan, kita harus berdaulat, kita harus swasembada pangan, air dan energi, berkali-kali beliau sampaikan,” ujarnya.

“Dan yang paling penting, kita harus memberdayakan petani kita sendiri, berdikari melalui sistem yang adil dan berkelanjutan,” sambungnya.