RUA 2025: APJATEL Susun Standar Nasional Relokasi Fiber Optik
JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) resmi menggelar Rapat Umum Anggota APJATEL 2025 (RUA APJATEL 2025), dengan tema "Tonggak Baru, Bersama Melangkah Maju”.
Di sini, APJATEL menyusun standar relokasi jaringan fiber optik secara nasional, mengingat adanya perbedaan regulasi antara pusat dan daerah, yang bisa menambah beban biaya bagi perusahaan dan akhirnya berdampak pada kenaikan harga layanan ke masyarakat.
Karena menurut Dewan Pengawas APJATEL, Bambang Prastowo, kondisi kabel fiber optik yang semrawut saat ini disebabkan oleh kurangnya integrasi dan standar yang jelas.
“Relokasi jaringan harus mempertimbangkan rencana tata ruang agar selaras dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karena itu, standardisasi menjadi langkah awal untuk menciptakan jaringan yang rapi dan terintegrasi,” kata Bambang dalam pernyataan yang diterima pada Selasa, 1 Juli.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen APJATEL dalam mendukung transformasi digital nasional, yang dilakukan melalui penguatan jaringan telekomunikasi.
Baca juga:
- Huawei Hadirkan Program Peningkatan Pengetahuan 5G bagi Talenta Digital Indonesia
- Threads Punya Fitur Rahasia Baru, Bikin Instagram Ketinggalan Zaman
- Komdigi Putus Akses Tiga PSE Lingkup Privat yang Belum Mendaftarkan Diri
- 16 Miliar Password Bocor, VIDA Ajak Indonesia Beralih ke Otentikasi Tanpa Password
“Saat ini, APJATEL telah menyiapkan mock-up tiang bersama dan sedang mengkaji desain standar yang akan diterapkan,” jelasnya lebih lanjut.
Kendati demikian, untuk mewujudkannya, APJATEL menegaskan perlunya kolaborasi yang solid antara asosiasi, sektor swasta, dan pemerintah agar transformasi digital Indonesia bisa berjalan dengan satu visi dan misi.
Dengan dukungan yang kuat dari para anggota, regulator, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya, APJATEL meyakini bahwa pelaksanaan ini akan memberikan dampak yang positif tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi ekosistem telekomunikasi nasional secara keseluruhan.