Gigitan Kutu Bisa Picu Penyakit Serius, Ini Cara Mencegahnya
JAKARTA - Gigitan kutu bukan hanya sekadar menyebabkan iritasi kulit atau rasa gatal. Di balik ukuran tubuhnya yang kecil, kutu dapat menjadi sumber penularan berbagai penyakit serius, seperti penyakit Lyme, anaplasmosis, babesiosis, hingga infeksi virus Powassan.
Beberapa dari infeksi ini bahkan dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting untuk melindungi diri dari potensi risiko yang ditimbulkan oleh kutu.
Untuk menghindari gigitan kutu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan agar seseorang mandi atau membilas tubuh dalam waktu dua jam setelah kembali dari aktivitas luar ruangan seperti mendaki, berkemah, berkebun, berjalan kaki di hutan, atau piknik. Langkah ini membantu menghilangkan kutu yang mungkin menempel di tubuh sebelum sempat menggigit.
Mengutip laman Health,kutu umumnya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menembus kulit dan mulai mengisap darah, jadi tindakan cepat setelah berada di luar sangat disarankan.
Beberapa jenis kutu, seperti kutu berkaki hitam, ukurannya sangat kecil dan bisa terlihat seperti biji wijen, sehingga mudah terlewatkan saat pemeriksaan.
Pemeriksaan tubuh menyeluruh sangat dianjurkan setelah beraktivitas di alam terbuka. Gunakan cermin besar atau cermin genggam untuk memeriksa area tubuh yang tersembunyi, termasuk bagian belakang lutut, ketiak, pusar, kulit kepala, telinga, dan di antara rambut. Mintalah bantuan orang lain untuk memeriksa area yang sulit dijangkau, terutama pada anak-anak.
Gigitan kutu biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga banyak orang tidak menyadari telah digigit hingga kutunya terlihat menempel atau hingga muncul gejala. Meski umumnya menimbulkan benjolan merah seperti gigitan serangga lain, gigitan kutu kadang bisa menyebabkan pembengkakan lokal, gatal, melepuh, atau bahkan memar.
Baca juga:
Jika Anda menemukan kutu menempel di kulit, berikut langkah-langkah yang disarankan untuk mencabutnya secara aman:
Gunakan alat yang tepat, seperti pinset ujung runcing atau alat pencabut kutu khusus.
Pegang kutu sedekat mungkin dengan permukaan kulit.
Tarik perlahan dan mantap ke atas, tanpa memutar atau mencabut secara tiba-tiba, agar kutu keluar sepenuhnya.
Bersihkan area gigitan dengan sabun dan air atau alkohol gosok untuk mencegah infeksi.
Hindari menggunakan bahan seperti petroleum jelly, panas, atau bahan kimia, karena dapat membuat kutu memuntahkan cairan yang mengandung patogen ke dalam tubuh.
Setelah gigitan, penting untuk memantau gejala dalam beberapa hari ke depan, seperti demam, nyeri sendi, kelelahan, atau munculnya ruam.
Pada penyakit Lyme, ruam khas berbentuk lingkaran konsentris seperti sasaran (bullseye rash) biasanya muncul sekitar satu minggu setelah gigitan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter.