Bagikan:

YOGYAKARTA - Penyakit Lyme memiliki tanda beberapa gejala berupa leher kaku, nyeri sendi, dan jantung berdebar. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini akan berkembang semakin parah dan menyerang saraf atau organ jantung. Oleh karena itu, penyebab penyakit Lyme perlu diketahui untuk segera ditangani setelah menimbulkan gejala.

Penyebab Penyakit Lyme

Penyakit Lyme terjadi karena bakteri Borrelia burgdorferi dan Borrelia mayonii yang menginfeksi rusa, burung, atau tikus. Seseorang dapat terpapar penyakit Lyme jika terkena gigitan kutu jenis Ixodes scapularis dan Ixodes pacificus yang terinfeksi bakteri tersebut. Kutu jenis ini biasanya ditemukan di Amerika Serikat.

Kutu yang menyebabkan penyakit Lyme dapat menempel di area kulit mana pun. Namun, kutu tersebut lebih sering menempel di area kulit yang susah untuk dilihat, misalnya selangkangan, ketiak, dan kulit kepala.

Pada sebagian besar kasus, kutu dapat mengakibatkan penyakit Lyme jika menempel di tubuh manusia setidaknya selama 36–48 jam.

Penyakit Lyme dapat menyerang siapa saja, melainkan ada beberapa faktor yang dapat menambah risiko seseorang terserang penyakit ini, antara lain:

  • Sering berpakaian terbuka sehingga kutu penyebab Lyme disease mudah hinggap di tubuh
  • Sering melakukan aktivitas di luar rumah, misalnya berkemah, berburu hewan, dan mendaki gunung
  • Memelihara hewan yang berpotensi membawa kutu ke dalam rumah
  • Tidak segera membuang kutu dari kulit atau tidak menyingkirkan kutu dari kulit dengan cara yang tepat

Gejala Penyakit Lyme

Gejala awal penyakit Lyme biasanya muncul 3 hingga 30 hari setelah seseorang terinfeksi kutu. Pada sebagian besar kasus, gejala awal yang muncul yaitu ruam kulit yang disebut erythema migrans. Ruam ini mempunyai karakteristik yang khas, misalnya:

  • Berwarna kemerahan atau keunguan seperti memar
  • Muncul pada area gigitan kutu atau di bagian tubuh lain seiring dengan perkembangan penyakit
  • Terasa hangat jika dipegang, tetapi jarang terasa nyeri atau gatal
  • Membesar secara bertahap dalam beberapa hari hingga mencapai 30 cm
  • Berbentuk lingkaran dan terkadang muncul titik merah di tengahnya

Meskipun erythema migrans termasuk gejala khas penyakit Lyme, tetapi pada beberapa penderita, ruam ini tidak dialami sebagai gejala.

Gejala lain dari penyakit Lyme tergantung pada stadium atau tingkat perkembangan penyakit. Di bawah ini adalah penjelasannya:

Stadium 1

Stadium 1 terjadi ketika bakteri belum menyebar ke seluruh tubuh. Tahap ini biasanya muncul pada 1–2 minggu setelah kutu menggigit penderita. Penderita dapat mengalami keluhan berupa ruam yang disertai dengan gejala lain, antara lain:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Tubuh mudah lelah

Stadium 2

Stadium 2 menjadi tahap awal penyebaran bakteri ke seluruh tubuh. Gejalanya dapat terlihat beberapa minggu atau bulan setelah penderita digigit kutu. Pada tahap ini, ruam dapat muncul di bagian tubuh yang jauh dari area bekas gigitan kutu.

Jika tidak segera mendapat penanganan, penderita juga dapat mengalami gejala di bawah ini:

  • Gangguan irama jantung atau aritmia
  • Leher kaku
  • Gangguan sistem saraf, misalnya satu sisi wajah tampak melorot, tungkai mati rasa, radang otak, gangguan ingatan, radang selaput otak (meningitis), dan radang saraf tulang belakang

Stadium 3

Pada tahap stadium 3, bakteri sudah tersebar ke seluruh tubuh. Tahap ini dapat terjadi jika infeksi pada stadium 1 dan 2 tidak segera diatasi. Stadium 3 dapat terjadi dalam hitungan bulan atau tahun setelah penderita digigit kutu.

Beberapa gejala penyakit Lyme pada stadium 3 antara lain:

  • Kerusakan saraf yang lebih berat, seperti mati rasa di tungkai dan lengan
  • Artritis pada satu atau lebih sendi besar, misalnya sendi lutut
  • Ensefalopati atau kerusakan otak, yang dapat menimbulkan hilang ingatan jangka pendek, sulit berkonsentrasi dan berkomunikasi, serta gangguan tidur

Demikianlah ulasan mengenai penyebab penyakit lyme. Kunjungi VOI.id untuk mendap​​atkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+