Bagikan:

JAKARTA- Penyakit lyme adalah infeksi serius disebabkan oleh gigitan kutu, terutama kutu hitam kecil yang banyak ditemukan di wilayah berhutan atau berumput tinggi. Meskipun bisa disembuhkan dengan antibiotik jika terdeteksi sejak awal, banyak orang tidak menyadari mereka telah terinfeksi, karena gejala awalnya sering terlihat seperti penyakit biasa.

dr. Tammy Lundstrom, spesialis penyakit infeksi di Trinity Health di Michigan, Amerika Serikat dan dr. Sarah Park, dokter penyakit infeksi di perusahaan sains Karius di Honolulu, Hawaii, menyebut gejala yang perlu diwaspadai. Berikut 4 gejala penyakit lyme, seperti dilansir dari VOI laman Huffpost pada Sabtu, 12 April.

  1. Ruam Bulat seperti Sasaran Tembak

Salah satu tanda paling khas dari penyakit lyme adalah ruam yang disebut erythema migrans. Ruam ini biasanya berbentuk bulat mirip sasaran tembak.

"Ruam ini bisa sangat samar dan tidak muncul pada 20–30% kasus. Selain itu, sulit terlihat pada warna kulit yang lebih gelap," ucap dr. Tommy.

Ruam ini biasanya muncul 3 hingga 30 hari setelah digigit kutu. Tapi karena bentuk dan warnanya bisa berbeda-beda, banyak orang tidak menyadarinya sebagai tanda awal penyakit.

  1. Gejala seperti Flu

Demam, sakit kepala, pegal-pegal, menggigil, atau rasa tidak enak badan sering dianggap sebagai gejala flu biasa.

"Gejala-gejala ini mudah disangka infeksi virus biasa seperti pilek atau flu. Tapi jika muncul setelah aktivitas luar ruangan seperti hiking, bisa jadi itu tanda penyakit lyme," ujar dr. Tommy.

Karena mirip flu, banyak orang tidak menganggap serius gejala ini, padahal bisa jadi itu adalah respon tubuh terhadap infeksi lyme.

  1. Kelelahan yang Tidak Biasa

Merasa sangat lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat? Bisa jadi itu bukan karena kurangnya tidur.

"Kelelahan adalah gejala awal yang sering diabaikan dan dikira hanya karena rutinitas sehari-hari seperti bekerja atau olahraga," imbuh dr. Sarah.

Jika rasa lelah muncul tiba-tiba, terus-menerus, dan tidak hilang meski sudah istirahat, ada baiknya periksa lebih lanjut, apalagi jika baru saja melakukan aktivitas di alam terbuka.

  1. Ruam Lainnya

Tidak semua ruam pada penyakit lyme berbentuk lingkaran seperti sasaran tembak. Beberapa orang mengalami ruam merah polos, biduran, atau rasa panas seperti terbakar matahari.

“Ruam lain juga bisa muncul, seperti benjolan merah kecil yang membesar atau iritasi kulit tanpa pola khas." kata dr. Sarah.

Karena bentuknya tidak khas, ruam ini sering dianggap sebagai alergi atau iritasi biasa, padahal bisa jadi gejala awal dari penyakit lyme.

Waspada Sejak Dini untuk Hindari Komplikasi

Penyakit lyme bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati, seperti gangguan sendi, masalah jantung, hingga kerusakan sistem saraf. Untungnya, infeksi ini bisa dicegah dan ditangani sejak awal.

Selalu periksa tubuh setelah berada di alam terbuka, terutama di bagian lipatan kulit dan rambut. Gunakan pakaian tertutup, semprotan anti-serangga, dan hindari kontak langsung dengan semak atau rumput tinggi saat berada di luar rumah.

Kutu yang menyebabkan penyakit lyme seringkali sangat kecil, bahkan hanya seukuran biji poppy. Jadi jangan mengentengkan masalah tersebut. Deteksi dini bisa menyelamatkan Anda dari dampak jangka panjang.

Pengidap penyakit lyme (Foto: Instagram/@thekorealherald)