Makanan Kaleng Kaya Serat Bantu Cegah Kanker Kolorektal, Benarkah?
JAKARTA - Dalam upaya mencegah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan menjadi salah satu yang paling umum di dunia pola makan tinggi serat menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung populasi bakteri baik dalam usus, serta membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Di tengah kesibukan masyarakat modern, makanan kaleng justru bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan serat harian, asalkan dipilih dengan tepat.
Beberapa jenis makanan kaleng memiliki kandungan gizi yang mendukung pencegahan kanker. Misalnya, kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis dalam kemasan kaleng mengandung senyawa antiinflamasi serta serat larut yang baik bagi kesehatan usus.
Kandungan ini membantu menstabilkan gula darah, memperlancar pencernaan, dan menjaga kekebalan saluran cerna.
Sayuran seperti artichoke yang dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi pilihan karena mengandung prebiotik alami seperti inulin yang mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Serat jenis ini memberi asupan penting bagi mikrobiota usus, menjaga keseimbangannya, dan mengurangi risiko terjadinya gangguan inflamasi yang dapat berkembang menjadi kanker.
Baca juga:
Labu kalengan, dengan kandungan beta-karoten yang tinggi, juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tidak hanya sayuran dan kacang-kacangan, buah kaleng seperti jeruk pun dapat berkontribusi. Kandungan vitamin C dalam jeruk memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan di dalam tubuh. Namun, penting untuk memilih jeruk kalengan yang dikemas dalam jus aslinya, bukan dalam sirup manis yang tinggi gula tambahan.
Biji-bijian utuh dalam sup kalengan juga memberikan manfaat serat dan dapat menurunkan risiko kanker kolorektal jika dikonsumsi secara teratur. Sup yang mengandung gandum utuh atau beras merah, misalnya, bisa menjadi pilihan bergizi yang praktis.
Namun, konsumen tetap disarankan memilih produk dengan kandungan natrium rendah, terutama bagi mereka yang juga memiliki masalah tekanan darah tinggi.
Menurut ahli gizi Maria Elena Fraga dari Mt. Sinai, Amerika Serikat, makanan kaleng dengan kandungan serat tinggi dan rendah sodium dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mencegah kanker kolorektal.
Meski begitu, pencegahan kanker tentu tidak hanya mengandalkan pola makan. Langkah-langkah seperti menjalani skrining sejak usia 45 tahun, aktif bergerak, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.