PM Netanyahu Klaim Operasi Militer Melawan Iran Berjalan Lebih Cepat dari Rencana

JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim operasi militer Israel terhadap Iran lebih cepat dari rencana yang disiapkan, memuji pencapaian pasukannya.

Itu disampaikan PM Netanyahu dalam wawancara dengan penyiar publik Kan yang disiarkan Kamis malam waktu setempat.

"Kami lebih cepat dari jadwal yang kami tetapkan, baik dari segi waktu maupun hasil," kata PM Netanyahu saat konflik terbuka Israel-Iran memasuki hari ketujuh, dikutip dari The Times of Israel 20 Juni.

Israel melancarkan serangan udara dalam operasi "Raising Lion" yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat dinihari pekan lalu.

Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi, serangan pada Hari Jumat lantaran memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk membuat beberapa bom dalam beberapa hari, sehingga perlu bertindak.

Israel diketahui menargetkan tiga fasilitas nuklir kunci Iran di Natanz, Isfahan dan Fordow, serta sejumlah ilmuwan yang terkait riset dan pengembangan nuklir Iran, seperti melansir CNN.

Teheran sendiri mengatakan berhak atas tenaga nuklir yang damai, membantah tengah mengembangkan senjata nuklir. Tetapi, program pengayaan uraniumnya yang berkembang pesat telah menimbulkan kekhawatiran di Barat dan di seluruh Teluk, negara itu ingin mengembangkan senjata nuklir.

"Pekerjaan ini luar biasa," kata PM Netanyahu, menjelaskan Ia memutuskan operasi tersebut setelah Israel melemahkan proksi terkuat Iran, Hizbullah, pada akhir tahun lalu, ketika jelas Iran "berlomba menuju kemampuan nuklir."

"Tewasnya (Pemimpin Hizbullah Hassan] Nasrallah telah menghancurkan poros Iran. Apa yang tersisa (Iran)? Operasi ini telah direncanakan selama berbulan-bulan," tandas PM Netanyahu.