Mulai Bangun Tanggul 2,4 Km di Muara Angke, Pramono Berharap Jumlah Warga Setempat Tak Bertambah
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memulai pembangunan tanggul mitigasi banjir rob setinggi 2,5 meter di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Tanggul ini berfungsi menahan banjir pesisir melimpas ke permukiman warga.
Saat meninjau proses pembangunan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap tanggul penahan rob yang dibuat lebih tinggi ini tak mengundang warga baru untuk tinggal dan mengakibatkan jumlah penduduk bertambah di kawasan tersebut.
Hal ini menjadi peringatan Pramono agar menjadi perhatian camat, lurah, dan RT-RW setempat. Sebab, jika kepadatan penduduk di wilayah sekitar meningkat, penurunan muka tanah akan terjadi lebih signifikan dan fungsi tanggul mitigasi menjadi tak optimal.
"Mohon ketika pembangunan sudah dilakukan, jangan kemudian ada penambahan warga-warga baru yang kemudian memanfaatkan situasi ini. Karena ini bukan pekerjaan yang gampang," kata Pramono di Muara Angke, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juni.
Bahkan, Pramono akan membuat aturan yang melarang penggunaan air tanah untuk warga pada daerah yang mejadi lokasi pembangunan tanggul mitigasi ini.
"Begitu air tanah diambil ini menjadi dan mempercepat turunnya permukaan tanah. Dan itu sangat berbahaya bagi masyarakat. Kemudian kami akan segera mendistribusikan air bersih di daerah ini. Karena sekarang ini sudah dikerjakan oleh PAM Jaya ya," jelas Pramono.
Baca juga:
- Meski Akui Transjabodetabek Bebani APBD Jakarta, Pramono Tak Masalah
- Bareskrim dan Tiga Kementerian Bergabung Usut Dugaan Pidana di Balik Penambangan Raja Ampat
- Stafsus Eks Menaker Hanif Dhakiri Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Pemerasan TKA
- Polisi Buru Operator Penyelundupan Sabu Pakai Drone ke Lapas Jalekong Bandung
Pada tahun ini, tanggul mitigasi setinggi 2,5 meter akan dibangun dengan panjang 1,4 kilometer. Pembangunan tanggul menelan anggaran Rp52 miliar. Sebelumnya, Pemprov DKI telah membebaskan 282 bangunan yang menjadi lokasi pembangunan tanggul seluas 120 hektare tersebut.
Pramono menargetkan pengerjaan tanggul mitigasi itu akan selesai pada bulan Desember mendatang. Selanjutnya, Pemprov DKI akan kembali membangun tanggul mitigasi sepanjang 1 kilometer.
"Tahun depan kami akan membangun kembali 1 kilometer, sehingga 2,4 kilomeger di tempat ini. Betul-betul hal yang berkaitan dengan banjir rob mudah-mudahan akan tertangani secara baik. Kami bersyukur warga dan juga hadir Pak Ketua RW di belakang saya secara bersama-sama telah menyempakati pembangunan ini untuk mengatasi banjir rob," tandasnya.