Tak Perlu Ongkos, Pelajar SD hingga SMK di Tangerang Bisa Naik Bus Sekolah Gratis

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perhubungan mulai mengoperasikan bus sekolah gratis untuk pelajar jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK negeri. Layanan ini ditujukan untuk mempermudah akses pelajar menuju sekolah secara aman dan nyaman, tanpa biaya.

“Dari empat unit armada yang kami sediakan, masing-masing bus berkapasitas 30 orang. Bus ini akan mengantar dan menjemput siswa hingga titik sekolah mereka masing-masing,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik di Tangerang, Antara, Selasa, 10 Juli.

Pada tahap pertama ini, layanan baru mencakup wilayah Tigaraksa–Cikupa, sebagai bagian dari program zonasi awal. Keempat bus tersebut akan melayani rute ke 10 sekolah secara bergilir, tidak terbatas pada satu sekolah per armada.

“Ini bisa digunakan semua pelajar, mulai dari SD hingga SMK. Rutenya fleksibel dan dapat menjangkau beberapa sekolah dalam satu kali perjalanan,” katanya.

Jam Operasional dan Rute

Bus sekolah gratis ini beroperasi mulai Juni hingga Desember 2025, dengan pembagian tiga waktu layanan, yakni pukul:

1. 05.00–07.30 WIB (antar pagi)

2. 12.00–15.00 WIB (jemput siang)

3. 16.00–18.00 WIB (jemput sore)

Adapun rute yang dilalui antara lain:

- Kawasan Bizpoint Cikupa

- Jalan Pemda – Tigaraksa

- Jalan Taman Adiaksa – Jalan Syech Mubarok Adiasa Santika

- SDN Seglok

- Bizlink Cikupa

Menurut Achmad, anggaran awal yang dikucurkan untuk pengoperasian empat unit bus ini sebesar Rp 225 juta, dengan target total anggaran Rp 450 juta hingga akhir tahun 2025. Pemerintah daerah menargetkan ke depan, minimal satu unit bus sekolah tersedia di tiap kecamatan.

“Untuk saat ini, keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan. Tapi dalam lima tahun ke depan, kami upayakan transportasi sekolah gratis tersedia secara merata di seluruh kecamatan,” ujar Achmad.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya mendukung kelancaran aktivitas belajar siswa, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengurangan kemacetan dan kendaraan pribadi di sekitar lingkungan sekolah.