Israel Kembali Diserang Rudal, Maskapai Ramai-ramai Setop Penerbangan ke Tel Aviv
JAKARTA - Maskapai penerbangan global kembali menghentikan penerbangan ke dan dari Tel Aviv setelah rudal yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman ke Israel pada 4 Mei mendarat di dekat bandara internasional utama negara itu.
Sejumlah maskapai sebelumnya melanjutkan penerbangan setelah kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok militan Palestina Hamas dicapai pada Januari.
Tapi Israel melanjutkan operasi militer di Gaza pada Maret dan meningkatkannya bulan Mei.
Dilansir Reuters, Rabu, 4 Juni, maskapai yang menghentikan sementara penerbangannya ke Israel di antaranya United Airlines, Ryanair, Lufthansa termasuk Ita Airways
Diberitakan sebelumnya, Israel kembali mendapat serangan proyektil. Sebagai balasan, militer Israel menyerang lokasi persenjataan milik rezim Suriah di Suriah selatan, dalam serangan kedua yang dilancarkan Israel.
Serangan balasan dilakukan setelah Israel melaporkan dua proyektil ditembakkan dari Suriah pada Selasa.
Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas kedua proyektil tersebut.
Kantor berita negara Suriah dan sumber-sumber keamanan melaporkan serangkaian serangan Israel menargetkan beberapa lokasi di pedesaan Damaskus dan Quneitra serta Daraa.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya mengatakan pihaknya menganggap Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertanggung jawab atas dua peluncuran proyektil tersebut.
"Kami menganggap presiden Suriah bertanggung jawab langsung atas ancaman dan tembakan terhadap Negara Israel, dan tanggapan penuh akan segera diberikan," kata Katz dilansir Reuters, Rabu, 4 Juni.
Baca juga:
Sementara Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan peluncuran proyektil terhadap Israel belum diverifikasi.
Kemlu Suriah menegaskan kembali Suriah tidak pernah dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi pihak mana pun di kawasan tersebut, kantor berita negara SANA melaporkan.
"Kami yakin bahwa ada banyak pihak yang mungkin berusaha mengganggu stabilitas kawasan untuk mencapai kepentingan mereka sendiri," sambung otoritas Suriah.