JAKARTA - Lalu lintas udara global terganggu menyusul serangan Israel terhadap Iran pada Hari Jumat, dengan beberapa maskapai besar menangguhkan penerbangan ke dan dari lokasi-lokasi di Timur Tengah, mengalihkan rute pesawat mereka untuk menghindari sebagian besar wilayah udara di kawasan tersebut.
Wilayah udara di atas Iran dan Israel serta Yordania, Suriah, dan Irak dikosongkan dari penerbangan komersial pada hari Jumat, menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24.
Israel, Iran, dan Yordania menutup wilayah udara mereka setelah serangan itu, sementara Iran menangguhkan semua penerbangan domestik dan internasional, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan negara melaporkan pada hari Jumat, mengutip otoritas penerbangan sipil, seperti melansir CNN 13 Juni.
Bandara Mehrabad di Teheran, Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, dan Bandara Internasional Queen Alia di Amman semuanya ditutup pada Hari Jumat.
Saat serangan terhadap Iran berlangsung semalam, beberapa penerbangan dialihkan atau dikembalikan ke asal mereka. Air India mengatakan di X, lebih dari selusin penerbangannya terpengaruh "karena situasi yang muncul di Iran," termasuk rute dari New York, London, Vancouver dan Washington.
Satu penerbangan Delta Air Lines dari Bandara John F. Kennedy New York ke Tel Aviv terbang selama delapan jam hanya untuk berakhir kembali di JFK, menurut Flightradar24.
Sementara itu, maskapai penerbangan Israel El Al, Israir dan Arkia mengevakuasi pesawat mereka dari Israel saat negara itu bersiap untuk pembalasan dari Iran, Reuters melaporkan.
Data di Flightradar24 menunjukkan beberapa pesawat meninggalkan bandara Tel Aviv pada Jumat pagi, beberapa di antaranya menuju Siprus di dekatnya. Adapun Hermes, operator bandara Siprus, mengatakan 32 penerbangan dari Timur Tengah telah dialihkan ke bandara Larnaca dan Paphos hingga Jumat pagi.
Sepanjang Jumat, maskapai demi maskapai mengumumkan akan menangguhkan penerbangannya ke dan dari berbagai kota di kawasan tersebut. Sekitar 650 penerbangan ke dan dari Eropa dibatalkan hingga Jumat, menurut Reuters mengutip Eurocontrol, organisasi antarpemerintah yang membantu mengelola wilayah udara Eropa. Organisasi tersebut mengatakan sekitar 1.800 penerbangan di seluruh benua telah terpengaruh secara total.
Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mengatakan penerbangan ke Teheran dan Tel Aviv telah ditangguhkan hingga 31 Juli, dan penerbangannya ke Amman, Beirut, dan Erbil di Kurdistan Irak hingga 20 Juni.
Emirates, salah satu maskapai penerbangan utama Uni Emirat Arab, mengatakan telah membatalkan penerbangannya ke dan dari Irak, Yordania, Lebanon, dan Iran hingga Minggu.
Sedangkan Air France mengatakan kepada CNN dalam pernyataan, mereka menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Maskapai penerbangan Belanda KLM mengatakan di situs webnya, mereka tidak akan terbang ke Tel Aviv hingga setidaknya 1 Juli mendatang.
BACA JUGA:
Delta Air Lines awalnya memperingatkan perjalanan ke, dari, atau melalui Tel Aviv mungkin terpengaruh hingga 30 Juni. Tetapi pada Hari Jumat maskapai itu mengatakan akan menghentikan sementara penerbangan antara JFK dan Tel Aviv hingga 31 Agustus.
Qatar Airways telah "membatalkan sementara penerbangan ke Iran dan Irak," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.
Tiga bandara utama di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, dan lima bandara di Irak, termasuk ibu kotanya Baghdad, telah terpengaruh, kata maskapai itu.