Bahaya Telat Haid 1 Bulan yang Perlu Diketahui, Ini Risikonya

YOGYAKARTA - Dalam setahun, kebanyakan wanita mengalami 11-13 kali haid. Adapun siklus haid yang normal yaitu 24-35 hari. Namun, tidak semua wanita mempunyai siklus yang teratur. Ada yang mempunyai siklus teratur tiap bulan, tetapi ada juga yang tidak teratur, bisa jadi lebih cepat atau sering telat. Nah, lantas, apakah ada bahaya telat haid 1 bulan?

Telat haid 1 bulan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, contohnya obesitas, stres, PCOS, dan lainnya. Di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai berbagai penyebab telat haid yang perlu Anda ketahui.

Bahaya Telat Haid 1 Bulan

Stres

Tahukah Anda, bahwa bagian otak yang mengatur siklus menstruasi, yaitu hipotalamus, akan terganggu kinerjanya saat seseorang merasakan stres? Oleh sebab itu, stres secara fisik dan mental dapat dijadikan alasan kenapa seseorang mengalami telat haid.

Sebab, dalam kondisi stres dan kelelahan, produksi estrogen, progesterone, dan berbagai hormon lain di dalam tubuh akan menjadi kacau. Sehingga, siklus menstruasi dapat terganggu. 

Obesitas

Kondisi obesitas juga dapat menjadi penyebab telat haid 1 bulan. Sebab, ketika wanita mengalami penambahan berat badan yang berlebihan, maka akan memicu gangguan hormonal. Dalam kasus lain, tubuh memproduksi hormone estrogen lebih banyak.

Hal ini akan menghambat ovulasi (pelepasan sel telur) dan mempertebal lapisan endometrium sehingga darah haid menjadi banyak dan tidak teratur.

Obesitas yang tidak ditangani dapat menjadi sumber persoalan kesehatan lainnya. Selain haid yang sering terlambat, seseorang juga memiliki risiko tinggi mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi.

Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS)

Polycystic ovary syndrome atau yang disingkat PCOS adalah suatu kelainan hormonal yang ditandai dengan munculnya sejumlah kista pada ovarium.

Pada remaja yang mengalami PCOS, proses pelepasan sel telur tidak akan bisa terjadi. Sebab, indung telur wanita dengan PCOS penuh dengan folikel atau gelembung-gelembung sel yang mencegah telur tersebut untuk matang dan terlepas.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang telat haid 1 bulan, serta berefek pada kesuburan. Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, diduga PCOS berkaitan dengan kondisi lain, misalnya resistensi insulin dan sindrom metabolik.

Selain menjadi pemicu telat menstruasi, PCOS juga mengakibatkan timbulnya gejala lain. Contohnya adalah jerawat, bulu halus yang tumbuh di bawah wajah dan dada, berat bertambah, dan masalah kesuburan.

Penurunan Berat Badan Signifikan

Penurunan berat badan yang drastis akan memengaruhi hipotalamus dan membuat Anda telat menstruasi.

Jika indeks massa tubuh (IMT) Anda berada di bawah normal (yaitu <18), Anda akan mengalami gangguan haid. Umumnya, hal ini disebabkan oleh gangguan makan.

Selanjutnya, jika berat badan Anda kurang 10 persen dari berat badan ideal, fungsi tubuh dapat terganggu dan berpengaruh terhadap proses ovulasi. 

Mengatasi gangguan makan dan meningkatkan berat badan secara sehat dapat membantu siklus haid menjadi kembali normal.

Gangguan Tiroid

Jika Anda mengalami gangguan tiroid, baik itu hipotiroid ataupun hipertiroid, kondisi ini dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda.

Tanda dan gejala gangguan tiroid dapat berupa rasa lelah, berat badan cepat berubah, rambut rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin.

Gangguan tiroid pada umumnya dapat dikontrol dengan obat-obatan sehingga haid dapat lancar kembali. Namun, jika tidak mendapat penanganan dengan baik, gangguan tiroid dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah gangguan kesuburan.

Penyakit Kronis

Penyakit celiac menimbulkan peradangan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini dapat menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting, sehingga seseorang berpotensi mengalami diare, dehidrasi, hingga telat haid.

Gula darah yang tidak stabil juga berhubungan erat dengan perubahan hormon. Oleh sebab itu, penyakit kronis seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat berpengaruh terhadap siklus menstruasi.

Untuk mengatasi haid yang terlambat karena penyakit kronis, maka Anda harus mengontrol penyakit yang dimiliki. Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter secara rutin dan jangan lupa menerapkan pola hidup sehat.

Hormon Prolaktin Berlebih

Produksi hormon prolaktin yang tidak normal dapat menjadi penyebab dari telat haid.  Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini akan bertambah pada masa menyusui, tetapi juga bisa meningkat karena kondisi medis tertentu, contohnya penyakit ginjal dan tumor kelenjar pituitari di otak.  

Saat produksi hormon prolaktin tidak normal, hal ini akan memberikan dampak pada fungsi hormon lain yang penting dalam proses menstruasi, yaitu estrogen dan progesteron.

Perimenopause dan Menopause

Haid yang terlambat dapat disebabkan oleh perimenopause atau yang dikenal dengan masa transisi menopause. Perimenopause terjadi antara 2-8 tahun sebelum masa menopause.

Kondisi perimonopause menjadi tanda bahwa kadar hormon estrogen mulai mengalami fluktuasi. Pada fase ini, haid dapat menjadi lebih sering atau lebih jarang. Gejala lain yang dapat muncul berupa hot flash, sulit tidur, sering berkeringat, vagina kering, dll.  

Pada umumnya, wanita mulai memasuki masa menopause di usia 45-55 tahun. Namun, ada pula wanita yang mendapatkan gejala-gejala menopause pada usia 40 tahun ke bawah. Kondisi ini disebut sebagai menopause dini.

Menopause menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, sehingga menstruasi terlambat atau bahkan terhenti sama sekali.

Demikianlah ulasan mengenai bahaya telat haid 1 bulan. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.