Orang Tua dan Sekolah Wajib Tahu Cara Lindungi Anak dari Ancaman Siber di Dunia Digital
JAKARTA - Perkembangan pesat teknologi, terutama muncul GenAI dan deepfake semakin memperburuk risiko keamanan anak-anak di ruang digital.
Teknologi canggih ini bahkan dapat menciptakan metode baru untuk memanipulasi dan melakukan penipuan online melalui sarana yang berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melihat tantangan keamanan siber yang semakin penting, Palo Alto Networks menyatakan pentingnya memberdayakan orang tua, pendidik, dan generasi muda dalam menggunakan perangkat dan pengetahuan yang tepat untuk melindungi diri dari ancaman yang ada.
Sebagai perusahaan keamanan siber terkemuka, Palo Alto Networks membagikan beberapa tips untuk membantu keluarga dan sekolah menciptakan pengalaman online yang aman.
Untuk Orang Tua dan Wali:
- Pastikan semua perangkat diperbarui dengan software ter-update dan kata sandi unik yang kuat untuk melindungi diri dari ancaman siber.
- Tunjukkan perilaku online yang bertanggung jawab agar anak-anak terdorong untuk menerapkan praktik serupa.
- Letakkan komputer di area umum dan siapkan akun dengan akses terbatas untuk memastikan keamanan anak-anak saat menggunakan internet.
- Waspadai pola-pola yang tidak biasa seperti peningkatan penggunaan perangkat, perubahan perilaku, atau penurunan aktivitas fisik harian yang signifikan.
Untuk Sekolah dan Pendidik:
- Penting untuk mengajarkan kebiasaan baik yang dilakukan untuk melindungi perangkat, sistem, dan data dari ancaman siber. Berikan edukasi kepada siswa, staf, dan orang tua tentang cara mengenali tautan phishing dan memverifikasi pengirim email.
- Ciptakan ruang aman bagi siswa untuk membahas kesalahan yang dilakukan dalam dunia maya, seperti mengklik tautan phishing, tanpa takut dihakimi.
Promosikan penggunaan "kata-kata aman" (safe words) untuk memverifikasi keaslian panggilan atau pesan dan mencegah penipuan peniruan identitas.