SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal ketat kebijakan pembatasan kepemilikan akun media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini akan diimplementasikan hingga tingkat daerah dengan melibatkan peran aktif sekolah serta keluarga.
Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau dikenal sebagai PP Tunas.
“Langkah ini sangat penting sebagai upaya perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai ancaman di ruang digital, seperti pornografi, perundungan siber, penipuan daring, hingga potensi kecanduan digital,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa, 10 Maret.
BACA JUGA:
Lindungi Masa Depan Generasi Muda
Khofifah menilai, terbitnya aturan dari Kemenkomdigi merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan anak-anak di tengah pesatnya teknologi. Meski digitalisasi membawa manfaat besar bagi pendidikan, risiko yang menyertainya wajib dikelola dengan bijak.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan bahwa ruang digital harus tetap aman dan sehat bagi perkembangan mental anak-anak.
“Kita ingin memastikan bahwa ruang digital tetap menjadi ruang yang aman bagi anak-anak. Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama,” ucapnya.
Sinergi Orang Tua dan Literasi Digital
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mendukung penuh pusat melalui penguatan program literasi digital dan edukasi internet sehat. Namun, Khofifah menekankan keberhasilan kebijakan ini bergantung pada sinergi antara platform digital, lembaga pendidikan, dan orang tua.
Menurutnya, pengawasan di rumah dan sekolah menjadi kunci utama agar teknologi tidak justru merusak masa pertumbuhan anak.
“Teknologi harus memanusiakan manusia, bukan justru mengorbankan masa kecil anak-anak kita. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam memberikan edukasi literasi digital agar mereka bijak dan produktif,” pungkas Khofifah.