Barcelona Masih Melanjutkan Paceklik Gelar Liga Champions

JAKARTA - Hansi Flick mengatakan para pemain Barcelona pantas dihormati di Eropa sekali lagi, tetapi ia mendambakan kejayaan Liga Champions setelah menderita kekalahan semifinal yang menyakitkan dari Inter Milan pada Rabu, 7 Mei 2025, dini hari WIB.

Barcelona bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memimpin 3-2 di Giuseppe Meazza, agregat 6-5, menjelang injury time.

Namun, gol Francesco Acerbi pada menit ke-93 membawa pertandingan ke babak tambahan. Davide Frattesi kemudian mencetak gol untuk memastikan kemenangan agregat 7-6 untuk Inter Milan dan memastikan tempat di final melawan Paris Saint-Germain atau Arsenal.

"Saya pikir tim, para pemain pantas dihormati (di Eropa). Namun, kami bermain untuk memenangi gelar."

"Kami ingin memenangi gelar. Musim depan kami ingin melakukannya. Ini adalah salah satu tujuan kami. Kami akan kembali musim depan di Liga Champions," kata Flick dalam konferensi pers selepas pertandingan.

Sudah 10 tahun sejak Barcelona terakhir kali mencapai final Liga Champions, mengalahkan Juventus untuk mengangkat trofi untuk kelima kalinya pada 2015.

Sejak itu, mereka menderita kekalahan memalukan dari Roma dan Liverpool, masing-masing pada 2018 dan 2019. Bahkan, Blaugrana turun ke Liga Europa dua kali dalam beberapa musim terakhir.

Pencapaian mereka di semifinal musim ini membuktikan bahwa mereka dapat bersaing dengan klub-klub top Eropa sekali lagi.

Namun, mereka mungkin harus meningkatkan pertahanan untuk mengambil langkah berikutnya setelah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan kontra Inter Milan.

"Tentu saja kami bisa berbuat lebih banyak (dalam pertahanan). Pada akhirnya, para penyerang Inter Milan sangat bagus."

"Mereka dapat menguasai bola. Mereka sangat kuat juga berpengalaman. Kami memiliki tim yang muda."

"Kami akan meningkatkannya, tentu saja. Inilah tugas kami, untuk membuat tim ini semakin baik."

"Tentu saja, kami tak hanya dapat meningkatkan pertahanan, tetapi juga dalam hal serangan," tutur Flick.

Barcelona dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk menyamakan kedudukan 3-3 di Olympic Lluis Companys tengah minggu lalu dan harus berjuang keras di Milan dengan kebobolan dua gol sebelum turun minum.

Lautaro Martinez membuka skor dan Hakan Çalhanoglu menggandakan keunggulan tim tuan rumah dari titik penalti setelah wasit memutuskan Pau Cubarsi telah melanggar Martinez setelah peninjauan VAR.

Barcelona kemudian bangkit untuk menyamakan kedudukan melalui gol dari Eric Garcia dan Dani Olmo sebelum Raphinha memberi mereka keunggulan untuk pertama kalinya dalam pertandingan tersebut pada menit ke-87.

Namun, Acerbi dan Frattesi memastikan kekalahan telak.

Kiper Inter Yann Sommer juga menjadi pahlawan bagi tuan rumah. Dia tampil gemilang dengan dua penyelamatan di akhir pertandingan, termasuk satu penyelamatan terhadap pemain sensasional Barcelona, Lamine Yamal.