Doctors Without Borders Sebut Gaza Telah Menjadi Kuburan Massal Bagi Warga Palestina
JAKARTA - Organisasi kemanusiaan kesehatan internasional Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders mengatakan, Jalur Gaza telah menjadi "kuburan massal bagi warga Palestina dan mereka yang bergegas memberikan bantuan" akibat agresi pendudukan Israel dan penolakan bantuan kemanusiaan.
Amand Bazirol, koordinator darurat organisasi tersebut untuk Jalur Gaza, mengatakan, "Saat ini kami menyaksikan pemusnahan dan pemindahan paksa penduduk Gaza," seraya mencatat bahwa "respons kemanusiaan sangat terpengaruh oleh ketidakamanan," seperti melansir WAFA 16 April.
Dalam laporan sebelumnya yang diterbitkan dua hari lalu, organisasi tersebut mengatakan, Israel melakukan pembersihan etnis terhadap semua aspek kehidupan di Jalur Gaza, menekankan bau kematian ada di mana-mana, karena doktrin militer Israel didasarkan pada prinsip pembalasan tanpa pandang bulu dan membabi buta.
Sementara itu, Inas Abu Al-Khalaf, kepala kantor media regional MSF, mengonfirmasi skenario penargetan rumah sakit di Gaza terus berulang dengan meningkatnya kekerasan, seraya menolak tuduhan yang disebarkan oleh tentara Israel.
Ia menekankan, tidak ada pembenaran atas penargetan rumah sakit tanpa pandang bulu, yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional.
Baca juga:
- Kunjungi Pasukannya di Gaza, PM Israel: Kami Tidak akan Berhenti Sampai Mencapai Semua Tujuan Perang
- Presiden Trump Berencana Berikan Tunjangan Bagi Imigran Ilegal yang Melakukan Deportasi Mandiri
- Sekjen NATO Tegaskan Dukungan untuk Ukraina Tapi Juga Mendukung Upaya Presiden Trump
- Hamas Sebut Tidak Melihat Jaminan Nyata dalam Proposal Gencatan Senjata Baru Israel
Ditambahkannya, Israel mengabaikan semua standar etika dan kemanusiaan, menggambarkan apa yang terjadi sebagai "perang terhadap semua aspek kehidupan di Jalur Gaza," terutama dengan penutupan terus-menerus perlintasan sejak 2 Maret.