Dianggap Jadi Ancaman Keamanan, Serbia Usir Dokter Kroasia yang Menikah dengan Warga Negaranya

JAKARTA - Arien Stojanovic Ivkovic (31) seorang dokter Kroasia yang tinggal di Beogard bersama suaminya yang berkebangsaan Serbia diminta untuk segera meninggalkan Serbia dalam waktu satu minggu. Ivkovic dianggap menjadi ancaman keamanan.

"Ketika saya pergi ke kantor polisi, saya diberi selembar kertas yang menyatakan bahwa saya adalah ancaman yang tidak dapat diterima bagi keamanan Serbia dan warganya. Saya diberi waktu satu minggu untuk pergi," kata Ivkovic dilansir Reuters, Rabu, 16 April.

"Bagaimana Anda bisa mengemasi barang-barang dalam seminggu?,” gugat Arien.

Stojanovic Ivkovic adalah salah satu dari sekitar 20 warga negara Kroasia yang diperintahkan meninggalkan Serbia dalam tiga bulan terakhir, menurut data kedutaan Kroasia. Puluhan lainnya ditolak masuk di perbatasan.

Hubungan antara Kroasia dan Serbia, yang terlibat perang sengit, dibuka kembali pada tahun 1990-an, menegang dalam beberapa bulan terakhir setelah gelombang protes antikorupsi, yang menurut media pro-pemerintah Serbia didukung oleh dinas keamanan Kroasia.

Ivkovic mengatakan satu-satunya hal yang dapat dipikirkannya yang mungkin menjadi alasan mengapa ia diidentifikasi sebagai ancaman keamanan setelah 12 tahun tinggal di Serbia adalah dukungannya terhadap protes yang dipimpin mahasiswa, yang mencakup menghadiri beberapa pertemuan umum.

 

"Namun, kami tidak tahu apakah ini alasan sebenarnya," katanya. "Kami sebagai keluarga tidak pantas menerima ini,” tegas Ivkovic.

Dia telah mengajukan pengaduan dan berharap akan diizinkan untuk tinggal bersama keluarganya.

"Kami sangat khawatir bahwa dalam tiga hari minggu lalu kami mengalami lima kasus pengusiran (warga negara Kroasia)," kata Duta Besar Kroasia untuk Serbia Hidajet Biscevic.