Sekjen NATO Tegaskan Dukungan untuk Ukraina Tapi Juga Mendukung Upaya Presiden Trump

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menegaskan dukungan aliansi terhadap Ukraina dalam menghadapi perangnya dengan Rusia, di sisi lain mengatakan mendukung upaya perdamaian yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Itu dikatakan Sekjen Rutte saat mengunjungi Odesa di Ukraina selatan bersama Presiden Volodymyr Zelensky, dua hari setelah serangan mematikan Rusia dengan rudal balistik terhadap Kota Sumy yang menewaskan 35 orang dan melukai lebih dari 100 orang pada Hari Minggu, menurut pejabat Ukraina.

Sekjen Rutte mengatakan, aliansi yang beranggotakan 32 negara itu masih sangat mendukung Kyiv, meskipun juga mendukung inisiatif perdamaian Trump.

"NATO mendukung Ukraina," kata Rutte dalam konferensi pers bersama Presiden Zelensky, melansir Reuters 16 April.

"Anda dan saya tahu bahwa ini sudah benar selama ini. Saya juga tahu bahwa beberapa pihak telah mempertanyakan dukungan NATO dalam beberapa bulan terakhir. Namun, jangan ragu: Dukungan kami tidak goyah," tegasnya.

Kunjungan itu dilakukan saat AS berusaha menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, serta menyusul kritik baru Presiden Donald Trump terhadap Presiden Zelensky.

Sekjen Rutte mengatakan, Ia dan Presiden Zelensky membahas pembicaraan yang diadakan Pemerintahan Trump dengan Rusia dan Ukraina.

"Pembahasan ini tidak mudah – terutama setelah kekerasan yang mengerikan ini – tetapi kami semua mendukung dorongan Presiden Trump untuk perdamaian," katanya.

Presiden Trump menuduh Presiden Zelensky memulai perang, yang dimulai ketika pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Namun, Rutte mengatakan "tidak diragukan lagi" bahwa Moskow telah memulai konflik tersebut.

"Rusia adalah agresor, Rusia memulai perang ini. Tidak diragukan lagi," tegasnya.

Sementara itu, Presiden Zelensky mengatakan fokus utama pembicaraan tersebut adalah memperkuat pertahanan udara Ukraina.

"Semua orang benar-benar melihat betapa mendesaknya kebutuhan Ukraina akan sistem pertahanan udara dan rudal untuk sistem tersebut," katanya di X, sambil menyebutkan sistem Patriot, yang sebagian besar dibuat oleh perusahaan pertahanan AS Raytheon dan Lockheed Martin.

"Sistem Patriot adalah senjata pertahanan, dan kami tidak hanya meminta Patrio, kami siap membelinya," kata Presiden Zelensky.

"Ini murni masalah politik — sistemnya tersedia di dunia, rudal untuk Patriot juga tersedia, dan apakah kami akan memiliki perlindungan yang cukup dari serangan balistik Rusia sepenuhnya bergantung pada keputusan politik," tandasnya.