Asaki: Tarif Trump Tidak Berdampak Signifikan pada Industri Keramik
JAKARTA - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyatakan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump tidak memberikan dampak signifikan terhadap industri keramik nasional.
“Asaki memandang dampak kebijakan tarif Trump terhadap industri keramik nasional tidak terlalu mengkhawatirkan karena selama ini AS tidak termasuk ke dalam negara tujuan ekspor utama keramik nasional,” kata Ketua Umum Asaki Edy Suyanto dalam pernyataan resmi di Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 9 April.
Namun sebaliknya, pihaknya sedang mengamati dengan serius ancaman lonjakan impor keramik dari China, India dan Vietnam akibat pengalihan ekspor keramik negara-negara tersebut ke AS pasca penerapan tarif timbal balik, sehingga berpotensi membanjiri pasar domestik.
Lebih lanjut, guna memastikan tarif resiprokal AS tak memberikan dampak terhadap sektor keramik, pihaknya bakal memperkuat pasar ekspor ke kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Hal ini karena pihaknya memandang ASEAN sebagai pasar ekspor utama yang sangat strategis karena memiliki populasi yang besar, yakni sekitar 680 juta jiwa, dengan persentase kebutuhan keramik mencapai 1,2 miliar meter persegi per tahun.
“Asaki akan memperkuat pangsa pasarnya dan lebih agresif mengisi permintaan keramik di kawasan ASEAN,” katanya.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah mengoptimalkan suplai gas dalam kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT), membuka peluang impor gas, serta mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk mendukung rencana perluasan pasar.
"Asaki mendesak Pemerintah untuk membuka keran impor gas dan memberlakukan Domestic Market Obligation gas untuk industri dalam negeri,” ujarnya pula.
Baca juga:
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia harus berani mencari pasar tujuan ekspor yang baru, terutama setelah terkena tarif timbal balik impor 32 persen ditambah tarif impor umum 10 persen dari Amerika Serikat.
Menurut Presiden, kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump membuat situasi perekonomian global berubah sehingga Indonesia perlu mengatur strategi untuk melindungi kepentingan dalam negeri.
“Kita akan cari jalan keluar. Kita harus berani mencari pasar baru,” kata Presiden dalam wawancaranya dengan tujuh jurnalis senior di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4), sebagaimana dikutip dari siaran TVRI yang diakses di Jakarta, Selasa.