Bicara dengan Presiden Putin, Putra Mahkota MBS Tegaskan Komitmen Arab Saudi Fasilitasi Dialog Krisis Ukraina

JAKARTA - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bi Abdulaziz Al Saud menegaskan kembali komitmen pihaknya untuk memfasilitasi dialog krisis di Ukraina saat berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pembicaraan keduanya dilakukan melalui panggilan telepon, lapor Saudi Press Agency (SPA) seperti dikutip Jumat 14 Maret.

Selama panggilan telepon tersebut, kedua pemimpin membahas kerja sama bilateral kedua negara dan cara-cara untuk meningkatkannya.

Kedua pemimpin juga membahas upaya untuk menyelesaikan krisis di Ukraina yang pecah pada 24 Februari 2022 lalu.

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menegaskan kembali komitmen Kerajaan untuk memfasilitasi dialog dan mendukung semua inisiatif yang bertujuan untuk mencapai resolusi politik.

Pangeran MBS juga siap berupaya membawa hubungan antara Moskow dan Washington kembali normal, kata Kremlin, seperti dikutip dari TASS.

"Setelah kontak internasional yang diselenggarakan oleh kerajaan, Mohammed bin Salman menyoroti pentingnya upaya untuk menyelesaikan krisis Ukraina dan juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi lebih banyak untuk menormalisasi hubungan Rusia-AS," jelas Kremlin.

Pemimpin Rusia memuji mediasi Riyadh dan berterima kasih kepada pihak Arab Saudi, antara lain, karena "menciptakan suasana yang mendukung untuk mengadakan pembicaraan antara pejabat Rusia dan AS di Riyadh pada tanggal 18 Februari."

Percakapan kedua pemimpin menyusul pertemuan delegas Amerika Serikat dan Ukraina di Jeddah pada Hari Selasa, di mana Kyiv menyatakan kesiapannya menerima gencatan senjata penuh selama 30 hari.

Diketahui, Arab Saudi telah memainkan peran mediasi sejak invasi Rusia, termasuk menjadi perantara pertukaran tahanan dan menjadi tuan rumah pembicaraan antara Moskow dan Washington bulan lalu.