JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempersiapkan penolakan terhadap usulan gencatan senjata, tetapi takut untuk mengatakannya secara langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pidato malam harinya Presiden Zelensky mengatakan, Rusia menetapkan syarat-syarat gencatan senjata untuk menundanya, atau membuatnya tidak terjadi sama sekali.
"Dia sebenarnya sedang mempersiapkan penolakan saat ini, karena Putin tentu saja takut untuk memberi tahu Presiden Trump bahwa dia ingin melanjutkan perang ini, bahwa dia ingin membunuh orang Ukraina," kata Presiden Zelensky, melansir Reuters 14 Maret.
"Itulah sebabnya di Moskow mereka memaksakan gagasan gencatan senjata dengan syarat-syarat ini, sehingga tidak ada yang terjadi sama sekali, atau sehingga itu tidak dapat terjadi selama mungkin," lanjutnya.
Presiden Zelensky mengatakan, Washington telah menyatakan kesiapan untuk mengatur kontrol dan verifikasi gencatan senjata.
"Ini mungkin untuk dipastikan, dengan kemungkinan Amerika, dan kemungkinan Eropa," jelasnya.
Pemimpin Kyiv menambahkan, gencatan senjata akan memberi waktu "untuk menyiapkan jawaban atas semua pertanyaan terkait keamanan jangka panjang dan perdamaian yang nyata dan dapat diandalkan, serta mengajukan rencana untuk mengakhiri perang."
BACA JUGA:
Diketahui, Ukraina menyetujui rencana gencatan senjata penuh selama 30 hari yang diusulkan AS dalam pertemuan di Jeddah, Arab Saudi Selasa lalu.
AS akan mengomunikasikan hasil pertemuan di Jeddah dengan Rusia. Ukraina sendiri mengharapkan jaminan keamanan dan keterlibatan Eropa dalam setiap upaya perdamaian.