Celine Dion Gerah dengan Penggunaan AI dalam Musik
JAKARTA - Celine Dion dan tim tampak terganggu dengan kelakuan pihak-pihak yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara tak bertanggungjawab.
Melalui unggahan Instagram, perwakilan diva 56 tahun itu memberitahukan terdapat konten-konten yang menggunakan sosok Dion secara tidak sah.
"Kami telah mengetahui musik yang dibuat dengan AI yang tidak sah yang mengaku berisi penampilan musik Celine Dion, serta nama dan rupa, saat ini beredar daring dan di berbagai Penyedia Layanan Digital,” bunyi pernyataan tim Celine Dion, mengutip keterangan unggahan, Minggu, 9 Maret.
Mereka menghimbau para penggemar konten tersebut tidak terkait dengan pelantun “My Heart Will Go On” itu.
"Harap diperhatikan rekaman ini palsu dan tidak disetujui, dan bukan lagu-lagu dari diskografi resminya."
Meski tidak menyebut konten secara spesifik, diketahui terdapat sebuah cover lagu Dion yang dibuat dengan AI saat menyanyikan lagu “Heal Me Lord”. Konten ini diunggah ke YouTube dan telah ditonton lebih dari satu juta kali.
Celine Dion sendiri telah bergabung dengan banyak musisi yang menyuarakan penentangan akan peranan AI dalam musik, sejak tahun lalu.
Baca juga:
- Celine Dion Berduka Kehilangan Quincy Jones sebagai Mentor yang Ia Kagumi
- Tangis Adele Pecah Setelah Melihat Celine Dion Hadir di Konsernya
- Duet Celine Dion dan Lady Gaga Bawakan “La Vie En Rose” di Pembukaan Olimpiade Paris 2024
- Celine Dion Dibayar Rp32,4 Miliar untuk Nyanyi Satu Lagu di Upacara Pembukaan Olimpiade Paris 2024
Untuk kasus di Inggris, ribuan musisi telah memprotes rencana pemerintah untuk mengubah undang-undang hak cipta agar pengembang AI dapat menggunakan konten musik secara penuh di internet untuk membantu mengembangkan model mereka.
Gitaris Queen, Brian May menyuarakan ketakutannya atas “pencurian” yang telah dilakukan dan tidak dapat dihentikan.
“Begitu banyak serangan yang dilakukan oleh pemilik miliarder Al dan media sosial yang sangat arogan terhadap kehidupan kita. Masa depan sudah berubah selamanya."
Sementara, Paul McCartney mengkritik perubahan yang diusulkan, dengan mengatakan perilaku perusahaan AI dapat menipu seniman dan mengakibatkan hilangnya kreativitas.
Demikian pula Jimmy Page dari Led Zeppelin, yang mengecam usulan tersebut, dengan menyorot perusahaan AI yang kerap memanfaatkan kreativitas manusia untuk menghasilkan konten tanpa persetujuan, atribusi, atau kompensasi.
“Ini bukan inovasi, ini eksploitasi,” ujar Page.