Subaru Catatkan Penjualan Hampir 50.000 Unit di AS Selama Februari, Permintaan WRX Naik Drastis
JAKARTA - Pabrikan otomotif dari Jepang, Subaru berhasil mengakhiri bulan Februari dengan pencapaian positif dengan bukukan penjualan hingga 49.125 unit atau naik 4,1 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.
Tidak hanya itu, torehan di bulan Februari tahun ini juga menandai kenaikan penjualan bulanan ke-31 kali berturut-turut bagi merek yang bermarkas di Shibuya, Jepang ini di negeri paman Sam.
Senior Vice President of Sales Subaru America, Troy Poston mengatakan capaian ini dapat lahir berkat kepercayaan pelanggan, usaha dari para ritel, dan produk yang menawarkan nilai tambah lebih di pasar otomotif AS.
“Seiring dengan penjualan bulan Februari yang menghasilkan pertumbuhan berturut-turut selama 31 bulan, kami mengakui upaya luar biasa dari pengecer kami,” kata Poston dalam laman resmi Subaru USA, Kamis, 6 Maret.
Baca juga:
Permintaan SUV di negara tersebut cukup kuat dengan Forester menjadi model Subaru terlaris di bulan tersebut dengan sukses terjual hingga 14.347 unit, diikuti oleh crossover pada model Crosstrek dengan jumlah 12.818 unit, dan Outback hingga 11.601 unit.
Menempati posisi keempat ada model Ascent yang memperoleh penjualan sebesar 3.382 unit sepanjang Februari 2025 dan diikuti oleh Impreza berjumlah 2.429 unit.
Berbicara soal segmen mobil performa tinggi, Subaru WRX memimpin dengan berhasil terjual ke pelanggan sebanyak 925 unit atau mencatat peningkatan hingga 187,3 persen dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama. Capaian impresif ini diikuti oleh BRZ dengan total 244 unit.
Dalam periode Januari ke Februari 2025, Forester masih menempati takhta teratas sebagai kendaraan terlaris Subaru dengan jumlah 27.295 unit, kemudian ada Crosstrek sebanyak 25.443 unit, dan tempat ketiga diisi oleh Outback sebesar 22.395 unit.