Patuhi Trump, Honda Boyong Produksi Civic Hybrid ke AS

JAKARTA - Honda mengambil langkah strategis dengan memindahkan produksi generasi terbaru Civic Hybrid ke Indiana, Amerika Serikat (AS), dari rencana awal di Guanajuato, Meksiko. Keputusan ini diambil untuk mengamankan posisi Civic Hybrid sebagai salah satu model terlaris Honda, sekaligus merespons kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pemerintah AS sebelumnya mendorong produsen otomotif untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri, dengan ancaman tarif impor tinggi bagi mobil yang dibuat di luar AS.

Melansir Reuters, Senin, 3 Maret, berdasar laporan tiga sumber yang mengetahui masalah perubahan rencana produksi ini merupakan respons langsung terhadap ancaman tarif 25 persen yang diusulkan Trump untuk barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Meskipun banyak produsen mobil telah menyatakan kekhawatiran mereka, langkah Honda ini menjadi aksi nyata pertama dari perusahaan otomotif besar Jepang.

Awalnya, Honda berencana memproduksi Civic generasi terbaru di Meksiko, dengan produksi dijadwalkan mulai November 2027. Meksiko dipilih karena biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan Indiana dan Kanada. Namun, dengan potensi tarif yang mengancam, Honda kini berencana memulai produksi di Indiana pada Mei 2028, dengan target produksi tahunan sekitar 210.000 unit.

"Jika produksi di Indiana tidak mencukupi permintaan, Honda akan mempertimbangkan impor dari negara-negara yang tidak terkena tarif," ungkap salah satu sumber.

Seorang juru bicara Honda menolak berkomentar mengenai perubahan rencana produksi Civic, namun menegaskan bahwa perusahaan akan terus mempertimbangkan permintaan dan lingkungan bisnis dalam menentukan "produksi dan alokasi optimal secara global."

Langkah Honda ini menyoroti dampak disruptif yang mungkin ditimbulkan oleh tarif AS terhadap industri yang tidak dapat dengan cepat mengubah rencana produksi mereka. Meksiko telah lama menjadi pusat produksi berbiaya rendah bagi produsen mobil global, termasuk Honda, yang mengirim sekitar 80 persen produksinya ke AS, pasar otomotif terbesar kedua di dunia setelah China.

Pada November lalu, Chief Operating Officer Honda, Shinji Aoyama, telah memperingatkan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan pemindahan produksi jika AS memberlakukan tarif permanen pada kendaraan impor.

Honda menjual sekitar 1,4 juta mobil dan truk di AS tahun lalu, termasuk model Acura. Civic, baik versi bensin maupun hybrid, menjadi model terlaris kedua Honda di AS dengan penjualan lebih dari 240.000 unit. Penjualan Civic di AS melonjak 21% tahun lalu, didorong oleh popularitasnya sebagai mobil yang terjangkau.

Sekitar 40 persen kendaraan Honda yang dijual di AS diimpor dari Meksiko dan Kanada. Selain itu, Honda mengekspor sekitar 60.000 mobil buatan AS ke Meksiko dan Kanada. Jika negara-negara tersebut membalas dengan tarif, Honda dapat menghadapi peningkatan biaya yang lebih lanjut.