Presiden Palang Merah Internasional Tekankan Pentingnya Gencatan Senjata di Jalur Gaza
JAKARTA - Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mirjana Spoljaric menekankan, perjanjian gencatan senjata telah menyelamatkan banyak nyawa dan menawarkan secercah harapan di tengah penderitaan yang tak terbayangkan.
"Setiap kegagalan dari momentum maju yang tercipta selama enam minggu terakhir berisiko membuat orang-orang kembali terjerumus ke dalam keputusasaan," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari WAFA 3 Maret.
Lebih jauh dikatakan, ICRC dengan aman memfasilitasi pemulangan para sandera dan tahanan berdasarkan perjanjian gencatan senjata dan terus siap untuk melakukannya.
"Upaya-upaya ini telah menyatukan kembali keluarga-keluarga dan memastikan bahwa orang-orang terkasih dapat dimakamkan dengan bermartabat," jelasnya.
"Minggu demi minggu, sebagai perantara kemanusiaan yang netral, tim kami membantu memajukan perjanjian gencatan senjata dengan melaksanakan operasi-operasi penting ini dengan aman atas permintaan para pihak," lanjutnya.
"Kami tidak pernah goyah dalam komitmen kami terhadap pekerjaan ini, meski, karena kehidupan dan keluarga bergantung padanya," tambahnya.
Diketahui, gencatan senjata bertahap antara kelompok militan Palestina dan Israel yang berlaku mulai 19 Januari telah berakhir pada 1 Maret lalu.
Pada fase pertama gencatan senjata, Hamas menyerahkan 33 sandera Israel serta lima warga Thailand yang dipulangkan dalam pembebasan tak terjadwal, sebagai imbalan atas sekitar 2.000 tahanan dan tahanan Palestina dari penjara Israel dan penarikan pasukan Israel dari beberapa posisi mereka di Gaza, dikutip dari Reuters.
Baca juga:
- Menlu Sugiono Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Perbatasan dengan Menlu Timor Leste
- Presiden Zelensky Yakin Dapat Menyelamatkan Hubungannya dengan Amerika Serikat
- Sekutu Trump Desak Zelensky Mengubah Posisinya Terkait Perang atau Mengundurkan Diri
- Mesir dan Arab Saudi Kecam Penghentian Masuknya Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Berdasarkan perjanjian awal, fase kedua dimaksudkan untuk dimulainya negosiasi atas pembebasan 59 sandera yang tersisa, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan akhir perang.
Namun, perundingan fase kedua belum juga dimulai, sementara keinginan Israel untuk memperpanjang fase pertama telah ditolak oleh Hamas. Itu menyebabkan Israel pada Hari Minggu menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Spoljaric menekankan, segala upaya harus dilakukan untuk mempertahankan gencatan senjata sehingga nyawa terhindar dari permusuhan, bantuan kemanusiaan memasuki Gaza dan lebih banyak keluarga dapat bersatu kembali.