JAKARTA - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memfasilitasi pemindahan 15 jenazah warga Palestina yang disandera Israel ke Jalur Gaza pada Kamis waktu setempat, setelah sandera terakhir yang ditahan di wilayah tersebut dikembalikan ke Israel awal pekan ini.
"Komite Internasional Palang Merah hari ini memfasilitasi pengembalian 15 warga Palestina yang meninggal ke Gaza… Ini menandai selesainya operasi selama berbulan-bulan yang menyatukan kembali keluarga dan mendukung implementasi perjanjian gencatan senjata,” kata ICRC dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Jumat 30 Januari.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang ditengahi AS dan berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel harus menyerahkan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap warga Israel yang meninggal yang dikembalikan.
Pasukan Israel pada Senin 26 Januari waktu setempat membawa pulang jenazah Ran Gvili, sandera terakhir yang ditahan di Gaza.
“Operasi dimulai pada bulan Oktober dengan pembebasan dan pemindahan 20 sandera yang masih hidup dan 1.808 tahanan,” kata pernyataan ICRC.
“Pada fase-fase selanjutnya, ICRC memfasilitasi pemulangan jenazah, termasuk 27 dari 28 sandera dan 360 warga Palestina.”
Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Mohammed Abu Salmiya, membenarkan bahwa 15 jenazah warga Palestina telah tiba di fasilitas medis tersebut pada Kamis kemarin.
Kementerian Kesehatan Gaza mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pemulangan jenazah terbaru itu, menjadikan jumlah total jenazah yang ditahan dan diserahkan oleh Israel menjadi 360.
ICRC menyatakan bahwa sejak Oktober 2023, ketika Israel melakukan agresinya ke Jalur Gaza, organisasi kemanusiaan tersebut telah “mendukung pemulangan 195 sandera — termasuk 35 yang meninggal — dan 3.472 tahanan.”