Konferensi Agrinovasi 2025: Dorong Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

JAKARTA - Acara Konferensi Agrinovasi 2025 yang diselenggarakan oleh Edufarmers dan Pemuda Tani Indonesia resmi dibuka pada 22 Februari. Acara ini menandai pencapaian penting dalam mendorong inovasi pertanian dan kolaborasi di Indonesia.

Lebih dari 1.500 peserta hadir dalam konferensi ini, termasuk petani, pembuat kebijakan, pemimpin industri, startup agritech, dan investor, yang saling bertukar pengetahuan, ide, dan solusi untuk menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di sektor pertanian Indonesia.

Konferensi ini dibuka dengan pidato utama dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peran penting inovasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, konferensi ini juga menghasilkan wawasan berharga dan komitmen dari tokoh-tokoh penting di bidang pertanian dan teknologi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memuji acara ini sebagai platform vital untuk kolaborasi, di mana kementerian menandatangani MoU dengan Edufarmers sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung inisiatif yang mendorong inovasi dan pemberdayaan petani.

Dalam sebuah panel yang melibatkan Arief Prasetyo Adi (Kepala Badan Pangan Nasional) dan Rachmat Pamudy (Menteri Bappenas), Prof. Dadan Hindayana (Kepala Badan Ketahanan Pangan) menyoroti potensi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% melalui Program Makan Bergizi di Sekolah.

“Program ‘Makan Bergizi’ adalah pendekatan multi-faset untuk memerangi malnutrisi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan makanan bergizi di sekolah, disertai dengan edukasi gizi dan pemantauan yang konsisten, kita berinvestasi pada kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak-anak bangsa di masa depan,” ujar Prof. Dadan, dari keterangan resmi diterima VOI pada Sabtu, 22 Februari.

Ia juga menambahkan bahwa program ini dapat meningkatkan pendapatan petani serta usaha kecil dan menengah karena menciptakan permintaan yang stabil dan terus-menerus.

“Program ‘Makan Bergizi’ akan sangat meningkatkan ketahanan pangan nasional. Kami sedang mengembangkan strategi untuk memastikan pasokan bahan baku lokal yang cukup, sehingga mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk impor," ucap H. Arief Prasetyo.

Konferensi ini tidak hanya menghadirkan keynote dan diskusi menarik mengenai pertanian regeneratif, pertanian karbon, GMO, serta pembiayaan pertanian, tetapi juga menampilkan inovasi terbaru di bidang agritech. Salah satunya adalah Putri Alamsyah, Public Policy di Google Indonesia, yang menyoroti potensi transformasional AI dalam pertanian.

“AI memiliki potensi untuk memberdayakan petani dengan wawasan berbasis data, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan meningkatkan pengambilan keputusan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan." katanya.

Konferensi Agrinovasi 2025 telah menjadi wadah kolaborasi dan berbagi pengetahuan, membuka jalan bagi sektor pertanian Indonesia yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan tangguh.