Doa Ayah untuk Anak Perempuan dan Hukum Adzan di Telinga Bayi Baru Lahir
YOGYAKARTA - Tak hanya hadir dalam kehidupan sehari-hari, seorang ayah juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui doa-doa yang tulus. Doa ayah untuk anak perempuan bukan sekadar rangkaian kata, namun ungkapan cinta kasih yang mendalam,
Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai doa-doa yang dipanjatkan seorang ayah untuk anak perempuannya menurut Islam. Terdapat keutamaan doa ayah bagi kehidupan anak perempuan, serta bagaimana doa-doa tersebut dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi dalam meraih impian.
Doa Ayah untuk Anak Perempuan
Dilansir dari laman Muhammadiyah Lombok Timur, berikut ini dia salah satu doa yang bisa dipanjatkan agar anak-anak menjadi saleh, menjadi penghafal Al-Qur'an, dan agar memahami agama:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh dan salehah, orang-orang yang hafal Al-Qur'an dan Sunnah, orang-orang yang paham dalam agama, dan berikanlah keberkahan dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat."
Doa ini adalah ungkapan harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar anak-anak kita diberikan kebaikan, pemahaman agama yang mendalam, serta keberkahan dalam hidup.
Baca juga artikel yang membahas 5 Cara Memilih Jodoh Istri atau Suami Menurut Islam
Mendoakan Anak Sejak Lahir di Telinga dengan Adzan
Dilansir dari laman tarjih, terdapat hadis mengenai adzan yang dikumandangkan pada telinga bayi yang baru lahir diriwayatkan oleh Imam at-Turmudzi. Redaksi hadis tersebut adalah sebagai berikut:
عَنْ عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ
Artinya: "Dari 'Asim bin 'Ubaidillah, dari 'Ubaidillah bin Abi Rafi', dari ayahnya, ia berkata: Aku melihat Rasulullah saw. mengumandangkan azan di telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya." (HR. at-Turmudzi)
Baca juga:
Para ulama hadis memiliki pandangan yang berbeda terkait kualitas hadis ini. Yahya bin Ma'in menilai 'Ubaidillah, salah satu perawi hadis ini, sebagai perawi yang lemah (dha'if).
Sementara itu, imam Bukhari menilai hadis ini sebagai hadis yang munkar, yaitu hadis yang tidak jelas atau bertentangan dengan hadis lain yang lebih kuat. Sementara itu, Muhammad bin Sa'ad menyatakan bahwa hadis ini tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil.
Berdasarkan penilaian para ulama hadis tersebut, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tidak merekomendasikan hadis tentang azan di telinga bayi yang baru lahir.
Dalam pandangan Muhammadiyah, praktik mengumandangkan adzan pada bayi yang baru lahir tidak termasuk dalam ajaran yang diyakini. Organisasi ini lebih menganjurkan tindakan yang tercantum dalam Himpunan Keputusan Tarjih (HPT), edisi kedua, halaman 337. Adapun tindakan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
- Membersihkan bayi yang baru lahir.
- Mengusap bagian dalam mulut bayi dengan kurma atau sesuatu yang serupa.
- Mendoakan bayi agar senantiasa dilimpahi keberkahan.
Anjuran ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Berikut adalah bunyi hadisnya:
Dari Abu Musa (diriwayatkan), ia berkata: "Ketika anak saya lahir, saya membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau kemudian memberinya nama Ibrahim, mengusap langit-langit mulutnya dengan kurma, dan mendoakannya dengan keberkahan." (HR. Bukhari)
Dari Aisyah (diriwayatkan), ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah didatangi oleh orang-orang yang membawa bayi. Beliau pun memberkahi mereka dan mengusap langit-langit mulut mereka." (HR. Muslim)
Selain doa ayah untuk anak perempuan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!