Pemburu Fosil Amatir Temukan Muntahan Hewan Berusia 66 Juta Tahun

JAKARTA - Pemburu fosil amatir berhasil menemukan sepotong muntahan hewan yang berasal dari 66 juta tahun lalu di pantai Denmark.

Peter Bennicke melihat "sekelompok kecil potongan bunga lili yang aneh di sepotong kapur" di Stevns Klint, Denmark timur, menurut pernyataan dari Geomuseum Faxe, museum lokal tempat penemuan itu akan dipajang yang dikirim ke CNN bulan lalu.

Bennicke membawa fosil itu ke museum, di mana fosil itu dibersihkan dan diperiksa oleh John Jagt, ahli bunga lili dari Belanda.

Jagt mengatakan kelompok itu berisi setidaknya dua spesies bunga lili yang digabungkan dalam gumpalan bulat, yang kemungkinan merupakan bagian bunga lili yang tidak dapat dicerna yang dimuntahkan oleh hewan yang memakan tanaman itu.

"Dalam istilah teknis, jenis penemuan ini disebut regurgitalite, dan dianggap sangat penting saat merekonstruksi ekosistem purba karena memberikan informasi berharga tentang hewan mana yang dimakan oleh siapa," bunyi pernyataan itu, dilansir dari CNN 5 Februari.

Sementara itu, Jesper Milàn, kurator di Geomuseum Faxe, mengatakan fosil itu "benar-benar penemuan yang luar biasa."

"Bunga lili bukanlah makanan yang sangat bergizi, karena sebagian besar terdiri dari lempeng kalsium yang disatukan oleh sangat sedikit jaringan lunak," katanya dalam pernyataan tersebut.

"Namun di sini kita memiliki seekor hewan, kemungkinan besar sejenis ikan, yang 66 juta tahun lalu memakan bunga lili yang hidup di dasar laut Cretaceous dan kemudian memuntahkan bagian kerangkanya," jelasnya.

Milàn menambahkan, penemuan itu "memberikan pengetahuan baru yang penting tentang hubungan antara predator dan mangsa serta rantai makanan di laut Cretaceous."