BPS Ungkap Inflasi Januari 2025 lebih Rendah dibandingkan Tahun Sebelumnya

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Januari 2025 yang tercatat sebesar 0,76 persen secara tahunan atau year on year (yoy) atau lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Januari 2024 yang tercatat sebesar 2,57 persen.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,99 pada Januari 2025.

"Inflasi tahunan Januari 2025 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun sebelumnya," ujarnya dalam Konferensi Pers, Senin, 3 Februari.

Amalia menyampaikan inflasi secara tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Adapun indeks kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,69 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,24 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,14 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,84 persen, kelompok transportasi sebesar 0,76 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,11 persen.

Selanjutnya kelompok pendidikan sebesar 2,05 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,27 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,75 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.

Disisi lain, secara tahunan Inflasi provinsi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 4,55 persen dengan IHK sebesar 112,06 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,90.

Sementara deflasi provinsi secara tahunan terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 1,52 persen dengan IHK sebesar 104,85 dan terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 106,11.

Sedangkan inflasi kabupaten/kota secara tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 4,55 persen dengan IHK sebesar 112,06 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,12.

Kemudian deflasi kabupaten/kota secara tahunan terdalam terjadi di Kabupaten Gorontalo sebesar 1,71 persen dengan IHK sebesar 105,87 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 104,69.