4 Situasi yang Kerap Dialami Tetapi Enggan Minta Bantuan

YOGYAKARTA – Dalam menjalani hidup, kerap menghadapi tantangan. Namun karena ingin mandiri atau terlihat kuat, seseorang enggan meminta bantuan. Pola pikir ini sebenarnya perlu dihindari karena dapat menyebabkan hilangnya kesempatan terhubung dengan orang-orang terdekat. Berikut, empat situasi yang kerap dialami tetapi enggan meminta bantuan.

1. Kewalahan oleh stres harian

Stres menumpuk karena mengerjakan tugas harian, kerap diabaikan. Baik itu target pekerjaan, tekanan keuangan, atau tugas-tugas domestik. Biasanya orang yang mengalaminya berpikiran bahwa orang lain menghadapinya juga, jadi merasa tidak ada alasan untuk mengeluh.

Menurut psikolog Mark Travers, Ph.D., pola pikir ini mencegah Anda mencari bantuan dan berpikir Anda layak menanggung beban itu sendirian. Menurut penelitian tahun 2010 diterbitkan dalam Personality and Individial Differences, penerimaan emosi yang lebih rendah dikaitkan dengan tingkat depresi tertinggi. Jadi, berbagi perasaan itu enggak apa-apa. Anda perlu terbuka sehingga berkesempatan meminta bantuan orang terdekat. Karena melansir Psychology Today, Rabu, 29 Januari, memendam stres jangka panjang menyebabkan kelelahan atau mati rasa secara emosional. Ini juga membuat Anda jauh atau berjarak dari orang-orang yang peduli pada Anda.

Ilustrasi situasi yang kerap dialami tetapi enggan minta bantuan (Freepik)

2. Saat berduka dan mencoba “melanjutkan hidup”

Kesedihan ketika kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan atau sahabat, bahkan kehilangan identitas, terkadang membuat kita yakin ketika hidup harus tetap berjalan sehingga menghindari beban kesedihan. Mungkin, kita tak ingin terjebak lama dalam kesedihan. Namun kesedihan adalah salah satu pengalaman manusia yang paling mendalam. Ketika mengabaikan orang lain selama momen-momen ini, kita akan kehilangan kesempatan untuk sembuh bersama.

Sebuah studi tahun 2022, menemukan ahwa mencari bantuan adalah satu-satunya penanganan yagn secara efektif meredam dampak negatif kesedihan terhadap kualitas hidup, khususnya bagi mereka yang mengalami kesedihan yang parah. Jadi perlu diingat, orang-orang terdekat Anda akan mendukung Anda. Membagikan rasa sedih yang mendalam juga membangun hubungan bermakna dengan mereka.

3. Saat merasa marah tetapi tetap diam

Kemarahan sering  dianggap sebagai emosi negatif yang harus ditekan atau disimpan sendiri. Alih-alih mengungkapkannya, Anda mungkin memilih tetap diam saat marah. Namun, menyarakan kebutuhan dan membiarkan seseorang yang depat memahami apa yang mengganggu Anda, membuka kesempatan mengatasi masalah bersama. Perlu dipahami, mengekspresikan kemarahan tidak berarti harus melampiaskannya. Sebaliknya, dengan dukungan emosional orang terdekat, maka  Anda berkesempatan mencegah frustasi menumpuk.

4. Saat merasa tidak aman

Setiap orang pernah mengalami saat-saat ketika meragukan diri sendiri. Entah itu tentang kemampuan, penampilan, bahkan hubungan. Tetapi seberapa sering Anda tersenyum menutupi rasa tidak aman dan berpura-pura percaya diri saat dipayungi keraguan, ini justru membuat Anda terlihat lemah. Pada kenyataannya, meminta dukungan saat Anda merasa tidak aman dalah tindakan kepercayaan. Hal itu memungkinkan orang lain untuk menegaskan dan menyemangati Anda, memperkuat ikatan di antara Anda.

Kerentanan saat merasa tidak aman menunjukkan bahwa Anda bersedia membiarkan seseorang melihat versi diri Anda yang sebenarnya. Hal ini menciptakan keintiman dan memungkinkan orang lain merasa bahwa mereka dapat melakukan hal yang sama dengan Anda, yang memperkuat hubungan emosional Anda.

Saat mengalami situasi yang menatang, kesedihan, merasa tidak aman, dukungan emosional penting untuk kesehatan mental Anda. Jadi, meminta bantuan menegaskan bahwa kita manusia yang selalu berjuang menjadi lebih kuat dengan dukungan dari orang terdekat.