Boeing Diperkirakan Alami Kerugian Tambahan pada Starliner
JAKARTA – Boeing akan merilis hasil keuangan kuartal keempat dalam waktu dekat. Dalam laporan keuangan tersebut, kerugian wahana luar angkasa CST-100 Starliner diproyeksikan akan bertambah.
Produsen pesawat dan satelit ini telah memberikan pratinjau keuangan kuartal keempat tahun 2024. Dalam laporan tersebut, Boeing diperkirakan mengeluarkan biaya sebesar 1,7 miliar dolar AS (Rp27,6 triliun) di unit bisnis Pertahanan, Antariksa, dan Keamanan.
Dari total biaya tersebut, sebesar 800 juta dolar AS (Rp12,9 triliun) diperkirakan untuk tanker KC-46A, sementara 500 juta dolar AS (Rp8,1 triliun) digunakan untuk pesawat T-7A. Dengan begitu, biaya sebesar 400 juta dolar AS (Rp6,4 triliun) dikeluarkan untuk Starliner, pesawat VC-25B, dan MQ-25.
Baca juga:
Belum bisa dipastikan berapa pengeluaran untuk Starliner, tetapi perusahaan tampaknya yakin bahwa pesawat yang merupakan hasil kolaborasi dengan NASA itu akan menambahkan jumlah kerugiannya. Kemungkinan, jumlahnya tidak sebesar kuartal ketiga 2024.
Tahun lalu, Boeing menyatakan bahwa mereka mengeluarkan biaya sebesar 250 juta dolar AS (Rp4 triliun) untuk Starliner. Pengeluaran yang sangat besar ini terjadi karena Starliner mengalami banyak masalah, baik sebelum peluncuran maupun setelah peluncuran.
Bahkan, masalah pada wahana antariksa ini membuat dua astronot terjebak di Stasiun Luar Angkasa (ISS) selama hampir setahun. Mereka dilarang untuk kembali ke Bumi menggunakan Starliner untuk menghindari risiko kecelakaan.
Belum ada informasi lanjutan atau detail mengenai laporan keuangan kuartal keempat 2024 ini. Boeing akan merilis laporannya secara detail pada Selasa, 28 Januari 2025.