Ma’ruf Amin Beberkan Alasan Jokowi Mengangkatnya Jadi Cawapres dalam Memori Hari Ini, 21 Januari 2019
JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 21 Januari 2019, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin beberkan alasan mengapa Jokowi memilihnya sebagai cawapres dalam Pilpres 2019. Pemilihan itu karena Jokowi melihat Ma’ruf sebagai orang Banten, ulama, dan peduli kesejahteraan Indonesia.
Sebelumnya, Jokowi dan koalisinya memilih Ma’ruf sebagai cawapres menghebohkan banyak pihak. Pemilihan itu dilakukan secara tiba-tiba. Sebab, sebelumnya Jokowi sudah diramalkan akan memilih tokoh nasional lain, Mahfud MD.
Keinginan Presiden Jokowi ikut dalam kontestasi politik Pilpres 2019 tak dapat dibendung. Popularitasnya masih tinggi. Pekerjaannya sebagai orang nomor satu Indonesia tak sepenuhnya buruk. Beberapa menganggap Indonesia bawa kemajuan selama dipimpin Jokowi periode pertama.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan koalisinya segera mendeklarasikan Jokowi maju. Keputusan itu mudah ditebak. Namun, urusan pemilihan cawapres yang sulit ditebak. Ragam tokoh bangsa coba dijodohkan dengan Jokowi.
Tujuannya supaya sosok cawapres kian menguatkan pesona Jokowi hingga dipilih banyak rakyat Indonesia. Jokowi pada tahap itu pernah dipasangkan dengan Mahfud MD. Jokowi menganggap Mahfud adalah orang yang tepat mendampinginya dalam Pilpres 2019.
Baca juga:
- Memori Barack Obama Salah Ucap Sumpah dalam Pelatikan Presiden Amerika Serikat 2009
- MUI Tegaskan Khitan Wanita Bersifat Makrumah dalam Memori Hari Ini, 20 Januari 2013
- Mar'ie Muhammad Diabadikan Jadi Nama Gedung Utama DJP dalam Memori Hari Ini, 19 Januari 2017
- Kementerian ESDM Luncurkan Becak LIstrik Karya Anak Bangsa dalam Sejarah Hari Ini, 18 Januari 2019
Keinginan itu mencuat di media massa. Mereka meramalkan penetapan Mahfud hanya tinggal menunggu hari. Mahfud pun memberikan sinyal yang kuat bahwa ia akan diorbitkan sebagai cawapres. Mahfud pun sudah siap-siap mencari pakaian yang tepat untuk pengunguman resmi.
Masalah muncul. Politik yang dinamis membuat Jokowi dan PDIP berubah pikiran dalam detik terakhir. Cawapres yang dipilih Jokowi justru ulama kondang yang memimpin MUI, Ma’ruf Amin pada 9 Agustus 2018. Pengunguman itu menghebohkan seisi Indonesia. Bahkan, kubu lawan Jokowi, Prabowo Subianto ikut heboh.
"Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan saran dari berbagai elemen masyarakat. Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof Dr KH Ma’ruf Amin," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana dikutip laman ANTARA, 9 Agustus 2018.
Jokowi memilih Ma’ruf karena latar belakang, pengalaman, dan keteladanannya sebagai ulama yang gemilang. Jokowi juga menggambarkan Ma’ruf sebagai sosok yang bijaksana. Jawaban Jokowi dianggap tak memuaskan banyak pihak.
Ma’ruf pun punya pandangan sendiri kenapa Jokowi memilihnya. Ma’ruf membeberkan tiga alasan penting Jokowi milihnya pada 21 Januari 2019. Ia menganggap Jokowi memilihnya karena pertama statusnya sebagai orang Banten.
Jokowi selama ini melihat belum ada orang Banten sebagai cawapres. Jokowi pun mencoba membuka kesempatan itu lewat Ma’ruf. Kedua, Jokowi melihat Ma’ruf sebagai ulama. Pemilihan Ma’ruf dianggap bagian penting bahwa pemerintahan Jokowi memuliakan kaum alim ulama.
Jokowi tak cuma minta dukungan ulama, tapi mengajak ulamanya bersanding di dalam pemerintahan. Ketiga, Ma’ruf dianggap punya keinginan yang sama membangun bangsa dan negara. Ma’ruf diharapkan dapat mendukung agenda pemerintahan ke depan menyejahterakan rakyat Indonesia.
"Kalau pada periode pertama Pak Jokowi ibarat menancapkan patok-patok pondasi, maka pada periode kedua akan membangun lebih maksimal. Karena itu, dukung Pak Jokowi dua periode," kata Ma’ruf Amin sebagaimana dikutip laman tempo.co, 21 Januari 2019.