Teleskop Hubble Temukan Bintang Langka di Antariksa
JAKARTA – NASA mengumumkan bahwa Teleskop Luar Angkasa Hubble berhasil menemukan objek yang diberi nama Blue Lurker. Meski terdengar misterius, objek ini hanya bintang langka di gugus bintang terbuka M67.
Bintang langka ini berjarak sekitar 2.800 tahun cahaya dari Bumi. Menurut data Hubble yang telah diamati para ilmuwan, bintang tersebut memiliki kehidupan yang rumit, di mana kehidupannya bercampur dengan dua bintang lainnya yang terikat oleh satu gravitasi.
Bintang ini diyakini masih terhubung dengan Blue Stragglers, bintang yang lebih panas, lebih terang, dan lebih biru. Namun, jika dibandingkan dengan bintang yang berada di sekitarnya, Blue Lurker berputar lebih cepat dan memiliki perilaku yang tidak biasa.
Objek ini disebut Lurker atau Pengintai karena menyatu dengan semua bintang bermassa di gugusan tersebut. Tak hanya mengintai, bintang ini juga berputar dengan cepat karena 'memakan' material dari bintang pendamping sehingga rotasinya terus bertambah.
Kecepatan Blue Lurker sudah dipastikan dengan data Teleskop Antariksa Kepler milik NASA yang sudah tidak berfungsi sejak 2018. Dari data yang telah dipelajari, bintang ini hanya memerlukan waktu empat hari untuk menyelesaikan satu putaran.
Baca juga:
Ini merupakan gerakan yang sangat cepat karena bintang, termasuk Matahari, pada umumnya memerlukan waktu sekitar 30 hari untuk menyelesaikan satu putaran. Proses evolusi hingga gerakannya menjadi sangat cepat dinilai begitu rumit.
"Bintang ini benar-benar menarik karena merupakan contoh bintang yang berinteraksi dalam sistem tiga bintang," kata Emily Leiner dari Institut Teknologi Illinois, dikutip melalui laporan NASA. "Kisah evolusi (bintang) yang sangat rumit."
Meski evolusinya bisa dijelaskan, Leiner mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya belum bisa menghubungkan seluruh tahapan evolusi dengan andal. Menurutnya, "sistem bintang rangkap tiga merupakan 10 persen dari populasi bintang seperti Matahari. Namun, menyusun sejarah evolusi ini merupakan tantangan."