MG Bakal Buat Kendaraan Listrik yang Bisa Pakai Sistem Swap Baterai Milik CATL
JAKARTA - MG SAIC merek mobil asal China berencana untuk membuat kendaraan listrik yang kompatibel dengan stasiun pertukaran baterai atau Swap Baterai milik CATL.
Mengutip dari laman Carnewschina, Senin, 13 Januari, merek ternama yang juga sudah hadir di Indonesia ini telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan produsen baterai terbesar di dunia yaitu CATL.
Kedua perusahaan akan bekerja sama dalam bidang teknologi pertukaran baterai dengan SAIC menangani pengembangan dan penjualan mobil listrik dengan baterai yang dapat ditukar, sementara CATL akan bertanggung jawab atas pengembangan baterai yang dapat ditukar.
Tak dijabarkan lebih detail kapan MG akan membangun mobil listrik yang kompatibel dengan pertukaran baterai dari CATL. Hanya saja, sistem tersebut tentu dapat menguntungkan bagi para pemilik agar tak memakan waktu lama saat pengisian baterai.
Baca juga:
Seperti diketahui, SAIC sendiri sebenarnya sudah meluncurkan jaringan pertukaran baterai yang ditujukkan untuk bersaing dengan Nio. Stasiun pertukaran baterai tersebut didedikasikan untuk mobil listrik bermerek Rising. Namun, volume penjualan kumulatif Rising Auto dari Juli 2021 hingga November 2024 adalah 67.146 unit.
Bahkan, perusahaan hanya mengoperasikan 26 stasiun tukar baterai pada tahun 2024. Sasaran awalnya adalah memiliki sedikitnya 300 stasiun pada tahun 2023 dan 3.000 stasiun pada tahun 2025.
Di sisi lain, CATL mulai mengembangkan jaringan pertukaran baterainya pada tahun 2022, meluncurkan baterai Choco-SEV (swapping Electric Blocks) generasi pertama. Pada akhir tahun 2024, produsen baterai terbesar di dunia merilis Choco-SEB generasi kedua. Baterai yang dihadirkan memiliki kapasitas 42 – 70 kWh, cocok untuk jarak tempuh hingga 600 km.
CATL sendiri bukan wajah baru dalam dunia swap baterai, dimana sebelumnya juga telah berkolaborasi dengan berbagai merek. Seperti Changan, GAC, BAIC, dan FAW.