JAKARTA - GAC Aion memiliki strategi baru untuk menarik perhatian banyak orang, termasuk menghadirkan harga mobil yang terjangkau berkat sistem swap baterai.
Sebelumnya merek asal China ini menghadirkan Aion UT Super pertama, dijuluki "Super National Good Car". Model baru ini, merupakan versi baterai yang dapat ditukar. Kehadirannya merupakan upaya kolaborasi antara tiga merek raksasa mulai dari GAC Group, CATL, dan JD , dan akan dijual secara eksklusif di platform JD.
Tak puas sampai itu saja, terbaru berdasarkan laporan dari Carnewschina, dikutip, Selasa, 9 Desember, perusahaan tersebut resmi mengajukan pengajuan kepada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) untuk versi sedan listrik Aion RT yang dapat ditukar baterainya.
Disebutkan varian baru ini mempertahankan spesifikasi yang identik dengan versi tanpa tukar baterai yang diluncurkan pada 22 September, dengan motor listrik berdaya 150 kW (201 hp).
BACA JUGA:

Merujuk dari spesifikasinya, mobil listrik ini tersedia dengan baterai lithium iron phosphate CATL 55,1 kWh atau 68,1 kWh, yang menawarkan jarak tempuh 520 km dan 650 km.
Mobil ini juga disematkan kemampuan berkendara otonom canggih didukung oleh LiDAR 126 baris dan chip Orin-X Nvidia, yang tentunya dapat memberikan pengalaman menyeluruh untuk para pengguna.
Balik ke Aion RT dengan baterai yang dapat ditukar, langkah ini sejalan dengan inisiatif penggantian baterai dari CATL, dimana raksasa baterai ini bermitra dengan lima produsen mobil besar untuk meluncurkan sepuluh model yang dapat diganti baterainya.
Mobil tersebut saat ini dibanderol antara 99.800 hingga 123.800 yuan atau Rp235-291 jutaan, kemungkinan besar harganya bisa turun sampai 7.000 yuan atau Rp16 jutaan.