Brasil Beri Meta Waktu Jelaskan Penghapusan Program Fact Checker
JAKARTA - Pemerintah Brasil memberikan waktu 72 jam hingga Senin, kepada Meta untuk menjelaskan tentang kebijakan baru mereka yang menghapus program pemeriksaan fakta AS dan mengurangi pembatasan pada diskusi politik.
Dalam pernyataannya, Jaksa Agung Jorge Messias mengungkapkan bahwa Brasil sangat mengkhawatirkan kebijakan baru yang diambil perusahaan milik Mark Zuckerberg itu.
“Saya ingin menyampaikan kekhawatiran besar pemerintah Brasil tentang kebijakan yang diambil oleh perusahaan Meta, yang bagaikan penunjuk arah angin bandara, yang selalu berubah posisi sesuai arah angin,” katanya mengutip Reuters.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Brasil tidak akan tunduk pada kebijakan semacam itu. Tampaknya, Brasil mengkhawatirkan kebijakan baru Meta.
Sebelumnya, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva juga mengatakan perubahan tersebut sangat serius, dan mengumumkan bahwa ia harus membahas topik tersebut.
Baru-baru ini, CEO Meta Mark Zuckerberg baru saja mengumumkan langkah besar perusahaan untuk mengembalikan fokus mereka pada kebebasan berekspresi di platform Facebook, Instagram, dan Threads.
Baca juga:
Dalam sebuah video, Zuck mengatakan akan mengganti sistem fact checker mereka menjadi Community Notes seperti milik X, menyederhanakan kebijakan konten terkait isu sensitif, hingga mengembalikan konten-konten politik di platformnya.
Kebijakan baru ini diambil karena menurut Meta, “terlalu banyak konten yang tidak berbahaya disensor, terlalu banyak orang yang secara keliru dikurung di 'penjara Facebook', dan kami sering kali terlalu lambat untuk merespons saat hal itu terjadi," jelasnya pada Selasa, 7 Januari lalu.