Blue Origin Siap Luncurkan Roket New Glenn, Tantangan Baru untuk SpaceX
JAKARTA – Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, akan melakukan peluncuran perdana roket raksasa New Glenn pada Minggu 19 Januari. Momen ini menjadi langkah besar pertama perusahaan menuju orbit Bumi dan menandai tantangan serius terhadap dominasi industri yang selama ini dipegang oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.
Berdiri setinggi 30 lantai, New Glenn telah menjadi fokus utama Blue Origin selama satu dekade terakhir. Roket ini merupakan hasil investasi bernilai miliaran dolar untuk memenuhi permintaan peluncuran satelit konstelasi dan merebut pangsa pasar dari Falcon 9, roket andalan SpaceX.
Jika peluncuran perdana ini berhasil, New Glenn akan memulai misi peluncuran konstelasi satelit internet broadband Kuiper milik Amazon, yang akan menjadi pesaing utama jaringan Starlink milik SpaceX. Hal ini diprediksi akan mempercepat persaingan di sektor internet berbasis satelit.
Sebelumnya, Blue Origin telah meluncurkan dan mendaratkan roket yang lebih kecil, New Shepard, ke tepi atmosfer Bumi. Namun, hingga kini, perusahaan tersebut belum pernah mengirimkan apa pun ke orbit sejak didirikan oleh Bezos 25 tahun lalu dengan visi “jutaan orang bekerja dan hidup di luar angkasa.”
New Glenn dijadwalkan meluncur pada Minggu pukul 1 pagi ET (06:00 GMT) dari landasan peluncuran Blue Origin di Cape Canaveral Space Force Station. Roket ini akan membawa satelit pertama perusahaan, Blue Ring, yang dirancang untuk misi pelayanan satelit dan keamanan nasional di luar angkasa.
New Glenn vs SpaceX
Dibandingkan dengan Falcon 9, roket paling aktif di dunia, New Glenn memiliki daya dorong dua kali lebih kuat dengan diameter ruang muatan dua kali lebih besar, memungkinkan pengangkutan satelit dalam jumlah lebih banyak. Namun, Blue Origin belum mengungkap harga peluncuran roket ini. Sebagai perbandingan, peluncuran Falcon 9 dimulai dari harga sekitar 62 juta dolar AS (Rp1,01 triliun).
Meskipun demikian, New Glenn masih kalah dalam hal kekuatan dibandingkan dengan Starship, roket generasi terbaru SpaceX yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. Starship dirancang oleh Musk untuk memperluas jaringan Starlink di orbit dan dijadwalkan menjalani uji peluncuran berikutnya bulan ini.
Baca juga:
Langkah Besar Menuju Orbit
Peluncuran perdana New Glenn juga akan menjadi kesempatan pertama bagi roket ini untuk mencoba mendaratkan bagian inti roket di atas kapal drone beberapa menit setelah peluncuran.
Selama bertahun-tahun, pengembangan New Glenn mengalami berbagai tantangan, termasuk pergantian tiga CEO dan alokasi sumber daya untuk proyek ambisius lainnya seperti pembuatan pendarat bulan untuk NASA. Namun, pada akhir 2023, Bezos menunjuk Dave Limp, mantan deputi unit perangkat Amazon, sebagai CEO baru untuk mempercepat pengembangan.
Menurut karyawan Blue Origin, ada tekanan besar untuk menyelesaikan misi ini. “Selama setahun terakhir, seluruh perusahaan berfokus pada satu tujuan utama: peluncuran perdana ini,” ungkap salah satu karyawan.
Selain bersaing dengan SpaceX, New Glenn juga akan menghadapi kompetitor lain seperti Vulcan, roket buatan United Launch Alliance (ULA), yang merupakan perusahaan patungan Boeing dan Lockheed Martin.
Peluncuran pada Minggu mendatang juga menjadi penerbangan sertifikasi penting bagi U.S. Space Force. Jika sukses, New Glenn akan memenuhi syarat untuk meluncurkan muatan keamanan nasional dalam misi yang diharapkan memenangkan kontrak miliaran dolar dari pemerintah AS tahun ini.
Keberhasilan peluncuran ini akan menjadi tonggak baru bagi Blue Origin dan membuka babak baru dalam persaingan antariksa komersial global.