JAKARTA – Blue Origin, yang baru sukses menjalankan penerbangan kedua roket New Glenn, mengungkapkan desain roket terbarunya. Roket ini akan menjadi New Glenn dengan ukuran yang diklaim 'super besar'.
Disebut sebagai New Glenn 9x4, roket ini melampaui ketinggian roket Saturn V. Blue Origin mengatakan bahwa roket ini akan memiliki daya dorong yang jauh lebih besar dan akan menggunakan sembilan mesin roket di tahap pendorong serta empat mesin di tahap atas.
Jumlah ini merupakan peningkatan dari versi New Glenn biasa yang menggunakan tujuh dan dua mesin di masing-masing tahapan. Daya tembak tambahan ini memungkinkan New Glenn membawa muatan, "lebih dari 70 metrik ton ke orbit rendah Bumi."
Kapasitas muatan ini menempatkan New Glenn 9x4 berada sedikit di bawah kapasitas Starship milik SpaceX saat ini. Versi yang lebih besar ini dilengkapi fairing yang jauh lebih besar untuk mengakomodasi muatan secara masif.
Dengan menghadirkan desain terbaru New Glenn 9x4, Blue Origin ingin memanfaatkan roket ini untuk, 'konstelasi raksasa, eksplorasi bulan dan luar angkasa'. Roket ini juga diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan keamanan nasional.
SEE ALSO:
Blue Origin tampaknya ingin bersaing dengan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, untuk mendapatkan misi NASA ke bulan. Hal ini diisyaratkan secara jelas dalam ilustrasi yang dirilis Blue Origin untuk New Glenn 9x4 pada Kamis, 20 November.
Ilustrasi tersebut menunjukkan roket superberat dengan latar belakang Bulan. Namun, perubahan besar ini disebut sebagai peningkatan untuk mengurangi waktu tunggu antarpeluncuran.
Meski Blue Origin belum menetapkan tanggal peluncuran berikutnya untuk New Glenn, peluncuran ini tampaknya direncanakan pada awal 2026. CEO Blue Origin Dave Limp pun mengisyaratkan kemungkinan peluncuran wahana pendarat bulan Blue Moon Mark 1 dalam waktu dekat.